Untitled-11Demam permainan Pokemon Go sedang mewabah di tanah air. Momentum ini tidak disia-siakan oleh para pelaku UKM untuk meraup cuan. Lihat saja, kini mulai bermunculan berbagai per­nak-pernik Pokemon dijajakan di gerai offline, toko online, maupun media sosial, seperti kaus, tempat minum, mini fig­ure Pokemon, bantal dekorasi, topi, dan banyak lagi.

Widya Natalia Pratiwi, pen­jual bantal customized bergam­bar figur kartun asal Jakarta mengatakan, demam Pokemon Go membuat usahanya kian berkibar. Bantal dekorasi ber­gambar Pokemon saat ini pal­ing laris diantara gambar lain­nya. Selama 10 hari terakhir, dia telah mendapat pesanan lebih dari empat lusin bantal Pokemon.

Bantal buatannya yang di jual lewat akun Instagram @ Natkies seharga Rp 135.000 per Pokemon saja mencapai Rp 8 juta dalam 10 hari,” ujarnya. buah. “Omzet dari berjualan bantal

Eddy Tri Hartoko, penjual produk fesyen di Salatiga pun tidak ketinggalan untuk memanfaatkan demam karakter boneka berwarna kuning ini. Sejak dua bulan lalu, dia mulai menjual berbagai atribut Pokemon seperti kaus, tas, topi, dan lainnya lewat toko online Toko­pedia.com.

Rata-rata harga jual produknya Rp 75.000 per buah. Eddy mendapatkan pasokan pernik Pokemon dari pemasok di dae­rahnya. Dalam dua bulan terakhir sudah lebih dari 50 produk fesyen berbau Pokemon yang berhasil ter­jual. Pembeli tidak hanya Salatiga, tapi juga sampai ke luar Pulau Jawa. “Yang paling banyak terjual adalah kaus gambar Pokemon,” kata dia.

Tidak hanya produk fesyen dan atribut dekorasi, demam Pokemon pun dimanfaatkan oleh pengusaha di sektor kuliner. Tengok saja Bazin­ga Jakarta, tempat makan berkon­sep street food di Tebet, Jakarta Selatan. S

elain menjual martabak manis berbagai topping, salah satu menu teranyarnya adalah martabak ma­nis isian edisi Pokemon bergambar pokeball.

Muslim, pengelola Bazinga Ja­karta mengatakan, harga martabak Pokemon dijual Rp 150.000 per loyang. Rata-rata Bazinga Jakarta bisa menjual empat loyang mar­tabak edisi Pokemon per hari. Saat ini, omzet gerai Bazinga sekitar Rp 3,5 juta per hari. “Harapannya dengan adanya martabak Pokemon bisa meningkatkan omzet lebih tinggi lagi,” ucap Muslim.(Yuska Apitya/ktn)

loading...