PARUNG TODAY – Sebagian masyarakat masih menganggap tikus sebagai binatang kotor pembawa penyakit. Namun, di tangan pemuda RT 4 RW 5, Desa Jabon Mekar, tikus-tikus itu justru menjadi pundi – pundi rupiah, siapa mengira omzet setiap bulan mencapai jutaan rupiah.

Dialah Ruby Falahadi, pemuda sekaligus ketua Karang Taruna Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang telah berhasil membudidaya ternak tikus putih sebagai salah satu penghasilan tambahan yang untungnya menggiurkan.

“Awalnya saya dengan beberapa pemuda di Karang Taruna desa kami memelihara tanaman hias dan sekarang di tambah dengan usaha tikus putih. Saya tidak mau hanya berdiam diri di rumah setelah pulang kerja dan hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan swasta. Saya selalu berusaha mencari kesibukan membuat usaha sampingan di rumah,” ujar pemuda yang akrab disapa Boboy.

Menurut dia, teknik budidaya tikus tikus putih sangat mudah. Induk tikus yang terlihat hamil atau bunting, dipisahkan dari koloninya dan diletakkan dalam bak plastik. Sekitar dua minggu kemudian, induk-induk tikus akan melahirkan anak antara 10 hingga 12 ekor anak tikus sekali melahirkan.

“Setelah itu, anak – anak tikus putih dipisahkan dengan induknya, disimpan di kandang yang sudah disediakan,” tutur Boboy.

Kandang tikus yang dibangun di pekarangan samping rumahnya, bisa menampung 100 induk tikus dan ribuan anak tikus berbagai ukuran. Tikus-tikus yang sangat jinak tersebut, diletakkan dalam kandang model bak-bak plastik dan bak-bak semen yang ditutup dengan kawat besi.

Dari gudang budidaya tikus miliknya, bisa menghasilkan antara 600 hingga 700 tikus siap jual dengan harga yang berpariatif mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20,000 per ekor.

“Khusus induk tikus, biasanya saya menjual sekitar Rp 15.000 per ekor. Dari penjualan tikus ini, saya menndapatkan hasil rata-rata sebesar Rp 4 juta setiap bulan,” paparnya.

Tikus putih hasil budidayanya Boboy banyak diburu pembeli baik dari Bogor maupun dari luar daerah, karena selain harganya yang terjangkau tikus putih Parung terkenal dan terpercaya dalam pengiriman dan memberikan pelayanan terbaik.

“Pembelinya berpariatif, mulai dari kelompok akademisi yang mengambil jurusan Biologi dan Kedokteran untuk bahan penelitian di sejumlah universitas di indonesia. Selain itu, pembeli juga datang dari komunitas penyayang reptil,” ungkapnya.

Menurut dia, menekuni bisnis budidaya tikus putih sangatlah mudah yang terpenting telaten. Setiap pagi dan sore, harus dikontrol sekaligus dipastikan ketersediaan makanan dan minumannya. Kandang harus sering dibersihkan dan diganti sekam sebagai alas kandangnya.

“Kalau dibersihkan, tikusnya harus dikeluarkan dulu. Setelah bersih baru dimasukkan lagi,” tandasnya. (Iman R Hakim)

loading...