Home Bogor Raya Pembinaan Manajemen Sarana Perdagangan Bagi Pelaku Usaha

Pembinaan Manajemen Sarana Perdagangan Bagi Pelaku Usaha

0
57

BOGOR TODAY – Rabu  8 Agustus  2018, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, H. DaceSupriadi, SH, MSi  membuka kegiatan pembinaan manajemen sarana pergadangan bagi pelaku usaha bertempat di Hotel New Ayuda Jl. Raya Puncak KM17 Cipayung Megamendung Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan kegiatan dari Direktorat penggunaan produk Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI dan PT. Indomarco Prismatama ini diikuti peserta sebanyak 50 orang yang berasal dari 40 kecamatan. “Dari masing – masing kecamatan mengirim 1 orang peserta sebagai perwakilan. Namun dari 40 kecamatan ada 10 kecamatan yang mengirim 2 orang peserta sebagai perwakilan. Peserta berasal dari pelaku usaha toko sembako, toko kelontong, warung, gerai UKM dan IKM,” kata Kadisperdagin Dace.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk pengelolaan pemerintahan di daerah adalah pembinaan, pengaturan dan pengelolaan di berbagai sector baik primer maupun sekunder dengan berpedoman pada Peraturan Daerah yang mengatur mengenai keberadaan usaha perdagangan yaitu Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012.

“Oleh karena itu, pembinaan merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan, khususnya di bidang bina usaha dan sarana perdagangan secara rutin. Sebagian besar usaha perdagangan dilakukan dalam sebuah pasar yang mempertemukan antara pedagang dan pembeli/konsumen. Dengan adanya pasar, kebutuhan masyarakat terhadap barang yang dibutuhkan akan terpenuhi yang kemudian pada gilirannya nanti diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata Kadisperdagin.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong munculnya pasar-pasar baru dan merevitalisasi pasar-pasar yang ada dengan tujuan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bogor. Namun disisi lain, sebagai dampak dari perkembangan sosial ekonomi masyarakat bermunculan pasar modern baik yang berskala minimarket atau toko modern maupun supermarket atau hypermarket.

“Memberikan pembinaan dan arahan kepada pelaku usaha dibidang perdagangan dalam meningkatkan penjualannya melalui pembinaan baik sarana, pengelolaan, dan penataan barang dagangannya maupun penggunaan barang dagangan yang diproduksi di dalam negeri serta dukung dengan kemitraan antara pelaku usaha biasa dengan pelaku usaha toko modern sehingga dapat meningkatkan pedapatan setiap pelaku usaha,” paparnya.

ia menambahkan, pemberian motivasi bagi pelaku usaha di bidang perdagangan untuk bersaing dengan toko modern. Pelaku usaha di bidang perdagangan baik toko sembako, toko kelontong, warung, gerai UKM mampu bersaing di pasaran dengan toko modern yang saat ini sedang berkembang pesat dan tidak mematikan salah satu usaha.

“Pelaku usaha juga dalam menjual barang harus mengutamakan roduk-produk dalam negeri, sehingga ada peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Menjalin kemitraan dengan toko modern atau minimarket yang berkelanjutan melalui penjualan produk UKM di toko modern,” pungkasnya. (*)