CIBINONG TODAY – Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mengimbau untuk tidak melakukan nyekar atau ziarah kubur disaat pandemi Covid-19, namun sebagian masyarakat masih menghiraukan imbauan tersebut.

Seperti yang terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rajeg di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2020).

Para peziarah dari berbagai daerah tampak ramai datang bersama keluarga. Kedatangan mereka didominasi oleh kendaraan pribadi hingga memenuhi area parkir pemakanan.

Meski tampak ramai, namun tingkat kunjungan para peziarah tersebut berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Yadi (48) salah seorang peziarah TPU Pondok Rajeg mengaku, dirinya bersama keluarga rutin setiap tahun mendatangi TPU Pondok Rajeg untuk berziarah. Tahun ini, kata dia, TPU menjadi lebih sepi dampak adanya Covid-19.

“Sebelum ada corona itu rame, itu pas lebaran, sekarang ada corona sepi. Corona gini kita antisipasi pakai masker saja, terus jaga jarak juga,” ujarnya.

Sementara, Muniarti yang merupakan penjual bunga musiman di lokasi mengungkapkan, sepinya peziarah yang datang turut berimbas terhadap pendapatannya.

“Biasanya tahun lalu tuh rame. Tapi sekarang corona ini ngaruh banget, saya aja dari tadi banyakan bengongnya. Ini saya baru dapat Rp10.000,” ujarnya.

Muniarti, yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai pedagang bunga, mengatakan terjadi penurunan drastis pembeli. Selain itu, dirinya pun hanya membawa sedikit barang dagangan antisipasi sedikitnya peziarah.

“Biasanya tahun lalu hari lebaran gini saya bisa dapat Rp500.000 dari pagi sampai sore. Karena tau bakal sepi gara-gara Corona, saya juga cuma nyiapin dua ember bunga aja,” katanya. (Bambang Supriyadi).