SUKAMAKMUR TODAY – Meski pemerintah sudah menutup sejumlah tempat wisata di wilayah Kabupaten Bogor, untuk memutus rantai penyebaran virus corona, namun masih saja sebagian masyarakat nekat berbondong-bondong untuk mengunjungi objek wisata. Hal itupun terjadi di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Alhasil, ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua, terpaksa harus memutar balikan kendaraan lantaran pihak desa menutup akses jalan menuju desa tersebut.

Bukan hanya wisatawan saja, masyarakat dari luar Kecamatan yang hendak bersilaturahmi ke Desa Wargajaya juga tak diizinkan masuk oleh petugas check point.

Ubun selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wargajaya menerangkan banyak warga luar yang tidak mematuhi imbauan pemerintah untuk mengunjungi destinasi wisata.
Saat ini, tercatat sebanyak 36 kendaraan roda dua dan 196 roda empat terpaksa diputar balikan.

“Selain kendaraan banyak juga yang tidak menggunakan masker. Terhitung ada 278 orang. Kami meminta dengan sangat kepada wisatawan yang dari luar Kecamatan Sukamakmur agar tidak mengunjungi daerah kami dulu untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” tegas Ubun, Kamis (28/5/2020).

Hal serupa juga terjadi pada kedua check point kedua di perbatasan Desa Wargajaya dan Desa Sirnajaya.

Sedikitnya, terdapat 19 roda empat dan 118 roda dua serta 164 orang tidak memakai masker terjaring operasi PSBB.

“Memang sangat banyak sekali wisatawan yang tetap ngeyel tidak mematuhi peraturan. Hasil kegiatan giat PSBB di perbatasan Wargajaya dan Sirnajaya ada banyak kendaraan yang di putar arahkan terutama yang dari daerah zona merah, ungkap Ketua
Karang Taruna Jaya Makmur, Rasmana.

Dikarenakan kunjungan wisatawan menurun, hal itupun berimbas pada perekonomian warga sekitar. Para pedagang tidak bisa menikmati keuntungan seperti biasanya.

Seperti yang dialami salah satu penjual BBM eceran yang enggan di sebutkan namanya. Ia mengaku biasanya memasuki libur idul fitri kawasan menuju objek wisata kerap terjadi antrean kendaraan hingga beberapa kilometer, sehingga ia dapat menjual ratusan liter bensin.

“Kalau tahun sekarang, seperti ini dampaknya drastis, sepi pengunjung karena dilarang, Tapi meskipun begitu saya mengapresiasi kebijakan pemerintah demi kelancaran dan kesehatan bersama, pungkasnya

Sementara, Kepala Desa Wargajaya Ooy Tamami mengapresiasi langkah pemerintah dalam penerapan kebijakan PSBB tersebut.

“Jika tidak ada kegiatan seperti ini, saya yakin pengunjung bakal membludak, kami khawatir apalagi kalau pengunjung datangnya dari daerah zona merah, dan kami juga Insya Allah siap membantu petugas dilapangan jika dibutuhkan, karena petugas juga terbatas dan bisa saja kecolongan” ujar Fauzi sapaan akrabnya. (Bambang Supriyadi)