JAKARTA TODAY – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta operator Tol Cipularang memasang rambu-rambu di ruas yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan. Adapun pengelola Tol Cipularang, yakni PT Jasa Marga. Hal itu perlu dilakukan agar insiden tabrakan beruntun yang terjadi di KM 92 tol tersebut tak terulang kembali.

“Kami minta operator untuk memberikan satu peringatan di lokasi itu, bisa berupa lampu atau bunyi atau petugas yang membuat orang itu hati-hati,” ujar Budi, Selasa (3/9/2019).

Budi menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar kecelakaan serupa tak terjadi lagi di ruas tol tersebut. Saat ini Kemenhub telah menerjunkan Ditjen Perhubungan Darat dan KNKT untuk melakukan investigasi dalam insiden tersebut.

“Yang perlu kami amati adalah, apakah perlu ada evaluasi mengenai alligment, kami berharap desain itu tidak salah,” kata Budi.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun melibatkan 20 kendaraan terjadi di kilometer 92 Tol Purbaleunyi, Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyono Dulrachman menjelaskan, kecelakaan beruntun tersebut bermula dari kecelakaan tunggal dump truck yang terbalik di kilometer 92. Kemudian, saat ada empat kendaraan mengantre menunggu evakuasi dump truck yang terbalik, ada dump truck bermuatan tanah yang hilang kendali karena rem blong.

“Dump truck bermuatan tanah itu menabrak empat kendaraan yang tengah mengantre,” kata Pujiyono.

Kecelakaan itu menyebabkan 8 orang meninggal, 3 luka berat, dan 25 luka ringan. (net)

loading...