BOGOR TODAY – Jelang peringatan hari yang bersejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang ke-75 sepertinya akan sangat cukup memprihatinkan, pasalnya tempat-tempat yang dianggap memiliki sejarah juga begitu terlantarkan.

Seperti halnya Museum Perjuangan Bogor yang sudah selama lima bulan tidak menerima pengunjung dan beberapa fasilitas di museum tersebut rusak pasca terjadinya pandemi Covid-19 ini.

“Sudah lima bulan ini museum tutup, belum nerima kunjungan lagi,” kata Pemandu Museum Perjuangan Bogor, Ben, Jumat (7/8/2020).

Museum tersebut sering terlihat sepi sejak bulan maret 2020 lalu, bahkan jika dilihat malam hari pun museum ini terlihat gelap karena lampu yang ada dimuseum tersebut dibiarkan mati.

“Kalau tidak ada pengunjung, otomatis tidak ada pemasukan. Sementara kami butuh dana operasional untuk perawatan,” ucap Ben.

Pembiayaan untuk museum tersebut juga dibebankan sepenuhnya kepada pengelola, mengingat Museum Perjuangan Bogor didirikan oleh sebuah yayasan.

Selama ini, sambungnya, biaya perawatan koleksi hingga kebersihan museum masih ditanggung oleh kas dan dana pribadi yayasan. Sementara pengunjung Museum biasanya hanya di kunjungi oleh gerombolan pelajar dan mahasiswa.

Hingga kini, Ben belum bisa memastikan sampai kapan museum kembali menerima kunjungan. Terlebih saat ini sekolah masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sehingga tak ada aktivitas study tour ke museum.

“Karena selama ini kunjungan paling banyak itu dari sekolah,” tutupnya.
(Bambang Supriyadi)