BOGOR TODAY – Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor kembali menjadi lokasi unjuk rasa para buruh di wilayah Kabupaten Bogor. Aksi yang mereka sampaikan masih serupa dengan aksi sebelumnya, yakni menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, Jumat (16/10/2020).

Dalam keterangan tertulisnya, Juru Bicara Serikat Pekerja Kabupaten Bogor Sukmayana mengatakan para buruh bakal melakukan aksi longmarch sampai ke gedung pemkab Bogor secara estafet di mulai dari masing-masing perusahaan yang ada di kecamatan paling timur di Kabupaten Bogor, yakni mulai dari Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri Wanaherang, Citeureup dan terakhir di Cibinong.

“Iya betul kita akan aksi unjuk rasa siang ini dan titik kumpulnya di Pemda, diawali dengan shalat Jumat. Longmars sudah mulai start sekarang dan insha Allah jam 11 sudah standby,” kata Sukmayana.

Sukmayana menyebut, estimasi peserta aksi berjumlah 20.000 buruh yang akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi penolakan omnibus law seperti yang dilakukan sebelumnya.

Nantinya, unjuk rasa ini akan diawali dengan shalat Jumat berjemaah dan dilanjutkan doa bersama di titik kumpul aksi yang dipusatkan di Pemda Kabupaten Bogor.

Pada Jumat siang, aksi unjuk rasa akan dimulai dengan orasi aspirasi para buruh.

Selanjutnya, meminta Bupati Bogor Ade Yasin hadir di lokasi dan menyampaikan penolakan terhadap omnibus law.

“Kami tidak bisa menjamin aksi berjalan damai tanpa kekerasan. Tetapi kita akan usahakan agar aksi bisa dilakukan tanpa anarkis dan tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru,” tutupnya.

Sementara, pantauan wartawan di beberapa titik lokasi petugas gabungan sudah mulai melakukan penjagaan, seperti di simpang CCM Mall hingga depan kantor Bupati. (B. Supriyadi)