BOGOR TODAY – Pasca dibukanya kembali operasional wisata Taman Safari Bogor pada 15 Juni 2020 lalu, Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau menceritakan ketika pandemi Covid-19 merebak, dia bersama tim memantau kondisi sejumlah destinasi wisata di berbagai negara.

Dari situ, dia mengambil kebijakan protokol kesehatan yang berlaku secara internasional dan panduan dari pemerintah.

“Kami memadukannya kemudian menyusun protokol kesehatan yang dapat diterapkan di sini,” kata Tony Sumampau dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2020).

Beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan sebelum Taman Safari Indonesia kembali buka adalah memastikan kondisi kesehatan para pekerja, menjamin ketersediaan fasilitas, dan memiliki standar operasional dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Sebab itu kami melakukan rapid test Covid-19 kepada 1.150 pekerja,” katanya.

Fasilitas dan simulasi operasional juga berlangsung sebelum Taman Safari Indonesia menerima kembali wisatawan. “Kami menyampaikan semua persiapan ke kantor gubernur kemudian disimulasi,” kata dia.

Hingga kini Taman Safari Indonesia Bogor hanya menerima 50 persen kunjungan dari kapasitas normal di masa sebelum pandemi Covid-19. Jumlah kunjungan terbanyak terjadi pada libur panjang di bulan Agustus 2020. Saat itu, menurut Tony, jumlah pengunjung Taman Safari Indonesia mencapai 6.400 orang atau 45 persen dari daya tampung maksimal.

Jika ditinjau dari daya tampung kendaraan di Taman Safari Indonesia Bogor, menurut Tony, jumlahnya juga belum melewati separuh dari kapasitas total. Daya tampung 3.500 kendaraan, sedangkan saat ini paling banyak 1.600 kendaraan. Jenis kendaraan yang datang pun masih menampung sedikit penumpang. Tony mengatakan belum ada bus besar yang masuk ke Taman Safari. “Semua masih minibus,” ujarnya.

Pengelola pun membatasi kapasitas di berbagai wahana dan atraksi Taman Safari Indonesia Bogor. Wisatawan yang masuk ke atraksi satwa misalnya, maka hanya 50 persen tempat duduk yang boleh terisi.

“Kalau lebih dari itu, kami minta pengunjung masuk di atraksi berikutnya karena dalam satu hari ada kali pertunjukan,” tutup dia. (Bambang Supriyadi)