Berita-2

JAKARTA, Today – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terdapat tiga sasaran dalam program transformasi bank pembangunan daerah (BPD). Tiga sasaran tersebut yakni meningkatnya daya saing atau kompetitif, menguatnya ketahanan kelembagaan, dan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan bahwa untuk mencapai ketiga sasaran tersebut ada enam strategi untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan risiko, yakni menc a k u p pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio, penguatan likuiditas dan permodalan. “Keenam strategi tersebut akan dikembangkan, dikoordinasikan dan disinergikan oleh strategic group BPD sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas pengelolaan bisnis dan risiko baik di level Grup maupun di masing-masing BPD,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (26/5/2015). Untuk implementasi program transformasi BPD, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) telah membentuk lima workstream transformasi yakni strategic group BPD, pengembangan sumberdaya manusia, pengembang a n produk dan pelayanan. Selain itu BPD akan melakukan penguatan corporate governance dan manajemen risiko, dan pengembangan teknologi dan sistem informasi. “Workstreams Transformasi BPD akan menyusun pedoman (blueprint) serta rencana implementasi untuk masing-masing bidang,” kata Muliaman Ketua Umum Asbanda, Eko Budiwiyono menuturkan kinerja Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) terus menunjukkan pertumbuhannya. Prestasi BPD ini dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Per Maret 2015, aset BPD telah mencapai Rp498,951 triliun atau meningkat sebesar 22,39 persen dibandingkan posisi Ma- r e t 2014 yang mencapai Rp407,669 triliun atau menempati peringkat empat dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, dan BCA. “Kekuatan aset BPD ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional, serta dapat memberikan kontribusi lebih optimal bagi perekonomian, khususnya di daerah,” tutur Eko. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI), kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Maret 2015, posisi kredit BPD mencapai Rp304,492 triliun atau meningkat sebesar 13,02 persen dibandingkan posisi Maret 2014 sebesar Rp 269,419 triliun atau menempati peringkat keempat dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, dan BCA. Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Maret 2015 mencapai Rp 410,781triliun, atau mengalami kenaikan 28,15 persen dibanding posisi Maret 2014 yang mencapai Rp320,552 triliun atau menempati peringkat empat dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, dan BCA. Dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD BPD-SI optimis mampu menjadi bank yang kompetitif, kuat dan kontributif bagi pembangunan daerah dan juga pembangunan nasional, ucap Eko.

Baca Juga :  Kasus Penemuan Bayi Perempuan di Jembatan sedang Diselidiki Polisi

(Adilla Prasetyo Wibowo)