Untitled-14

BOGOR, TODAY– Sineas film Indonesia, Ratna Sarumpaet mengkritik kualitas film Indo­nesia yang menurutnya tidak mendidik.

 

Ia menilai ongkos produksi kian mahal dan pajak perfil­man sebesar 10 persen sering bertolak belakang dengan hasil pendapatan dari penonton.

 

“Kebanyakan yang bikin film aneh-aneh itu muncul karena tidak adanya dana untuk mem­buat film yang berkualitas dan mendidik. Jadi mereka men­gakali ongkos produksi dengan menurunkan kualitas film,” ujar Ratna saat menjadi pembi­cara dalam Literasi Media, Sen­sor dan Klarifikasi Film Seni dan Budaya di Cibinong, Kamis (28/5/2015).

Baca Juga :  IPB RUN 2022, Lari Sambil Tanam Pohon Langka

 

Ibunda dari aktris cantik Atiqah Hasiholan itu men­gatakan, kualitas film Indone­sia bisa terdongkrak naik jika saja pemerintah bisa mem­berikan subsidi pajak sebesar 5 persen perfilman Indonesia.

 

“Kalau disubsidi lima pers­en saja oleh pemerintah, saya yakin kualitas film kita tidak ka­lah dengan dengan Hollywood. Minimal dari cara penyajian­nya,” ujar wanita yang juga merupakan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu.

 

Baca Juga :  Tirta Pakuan Kenalkan Pengolahan Air Baku Jadi Air Bersih Kepada Mahasiswa IPB

Saat ini, menurutnya film-film Indonesia masih kalah animo penontonnya dengan film impor yang kini menjamur di bioskop seluruh Indonesia. “Indonesia ini baru dalam uru­san membuat fil berkualitas bagus. Jadi dimaklumi saja, ini sudah lumayan kok,” ujarnya.

 

Ia juga mengkritisi film-film horor plus bumbu seksual den­gan judul aneh yang menghiasi daftar putar bioskop belakan­gan ini. Menurutnya, lebih baik sineas muda untuk mengang­kat gerakan budaya mengenai Indonesia.