Untitled-6

BOGOR, TODAY – Pembangunan Stadion Pakansari, Cibinong sudah masuk dalam tahap dua dengan anggaran Rp 196 miliar dan kini dalam proses lelang. Namun, proses lelang yang dilaksanakan di Kantor Pengadaan Barang dan Jasa itu ditengarai syarat akan kecurangan. Seorang sumber di komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, empat dari sembilan Perseroan Terbatas (PT) yang menjadi peserta lelang menawarkan harga dibawah pagu anggaran. “Sebagian besar peserta lelang itu sudah berbentuk PT. Dari sembilan peserta sudah mengerucut jadi empat. Yakni PT WiKA, Waskita, Prambanan dan Nindya Karya. Tapi ada yang aneh, soalnya sebelum diumumkan, pemenang lelang itu sudah diketahui,” ujarnya. Ia menilai ada ‘kongkalikong’ antara pejabat Pemkab dengan salah satu PT dengan melakukan deal-deal agar salah satu PT yang menawarkan harga terendah itu bisa memenangkan tender. “Hebatnya, proses lelang itu dikemas seolah sesuai dengan prosedur,” lanjutnya. Berdasarkan data yang diperoleh, setelah lolos seleksi pra kualifikasi, PT WiKa menawarkan Rp 178 miliar, PT Nindya Karya Rp 181 miliar, PT Prambanan Rp 188 miliar dan PT Wakita Rp 194 miliar. “Tapi, dari keempat PT tersebut hanya PT Nindya Karya yang memenuhi persyaratan administrasi dan dokumen. Karena ketiga PT lainnya, diduga SKT (Surat Keterangan Terdaftar) nya sudah kadaluarsa, sehingga tidak layak mengikuti lelang,” jelasnya. Namun, adanya kecurangan dalam proses lelang megaproyek yang menhabiskan total anggaran Rp 1 triliun ini dibantah olah Kepala Kantor Pengadaan Layanan Barang dan Jasa, Hendrik Suherman. “Tidak ada itu, untuk proses pelelangan kan bagian Kelompok Kerja (Pokja) ULP yang menyeleksi, baik dari prakualifikasi hingga syarat pengalaman kerja dan lainnya. Darisitu Pokja bekerja sesuai UU dan PP. Saya sebagai Kepala ULP juga tidak bisa mengintervensi,” jelasnya. Hendrik juga membantah jika pihaknya telah memenangkan PT Prambanan sebagai kontraktor dalam pembangunan tahap dua Stadion pada 2015 ini sarat akan permainan. “Kapasitas saya hanya menerima laporan hasil lelang Pokja, dan tidak ada intervensi,” kilahnya.

(Rishad Noviansyah | Imam)