persib_afc_cup_2015_sportsatu_fitri2

JAKARTA, Today – Kekosongan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, membuka peluang Persib dan Persipura Jayapura kembali berkiprah di Piala AFC musim 2016. Hingga saat ini, wakil Indonesia di Piala AFC 2016 memang masih dalam kondisi ketidakpastian. Hal tersebut, akibat kompetisi ISL musim 2015, tidak dapat dirampungkan. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Azwan Karim, mengisyaratkan pihaknya akan berpatokan pada hasil kompetisi musim 2014. Ketika itu, Persib sukses menyabet gelar juara. Sementara Persipura menjadi runnerup. “Hal tersebut menjadi hak prerogatif PSSI untuk memutuskan wakil Indonesia di kompetisi AFC. Walau per regulasi atau kebiasaan adalah juara dan knock-out turnamen atau runner-up. Kalau belum ada, bisa saja sesuai tahun lalu. Saya pikir, itu tidak masalah,” ungkap Azwan. Sehingga nantinya, Persib dan Persipura, yang kini masih berkiprah di Piala AFC 2015, dapat kembali tampil di musim 2016. “Tapi, harus dilihat lagi pada November 2015 nanti,” imbuh CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono. Kompetisi QNB League musim 2015, gagal terlaksana sesuai rencana karena PSSI memberikan status force majeure. Itu akibat beberapa pertandingan yang direncanakan tidak bisa terlaksana karena tidak adanya izin Kepolisian usai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, membekukan PSSI dan menyurati Kapolri. Nantinya, PSSI melalui PT Liga Indonesia menjadwalkan menggulirkan kompetisi kasta teratas musim 2015/2016 mulai September 2015. Juara dan runner-up baru akan diketahui di tahun 2016 karena kompetisi dijadwalkan selesai Mei 2016. Sebelum itu, PT Liga Indonesia lebih dulu menggelar turnamen pra-musim, Mei-Agustus 2015. Sementara PSSI, harus mendaftarkan wakil Indonesia di periode November. Penyebabnya, AFC memutuskan slot untuk negara anggota baik di Liga Champion Asia atau Piala AFC.