“Mungkin setelah leba­ran nanti kita baru akan hadirkan. Kita lebih ke persiapakan jaringan­nya dulu. Jika semuanya sudah ready, para peng­guna sudah betul-betul mendapat yang terbaik. Agar tidak kecewa,” kata Syawal di sebuah cafe di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor.

Dalam waktu dekat, kata Syawal, pihaknya malah akan meluncurkan device-nya terle­bih dahulu berupa smartphone yang masih akan mengguna­kan Andromax. “Bulan depan device akan kami luncurkan duluan. Masih gunakan An­dromax tapi lebih diperbaha­rui lagi teknologinya. Vendor yang akan bekerjasama dengan Haisense dan Haier. Perkiraan harganya tidak begitu jauh seki­tar Rp1 juta hingga Rp2 jutaan,” terangnya.

Saat ini, diakui dia, pelang­gan Smartfren tercatat sekitar 13 juta pengguna. Dari data tersebut 90 persen layanan didominasi oleh data atau in­ternet. “Setelah 4G kita lun­curkan, kita belum akan ting­galkan CDMA. Kita masih akan pertahankan hingga dua tahun ke depan. Setelah itu mungkin baru akan murni 100 persen 4G,” kata dia.

Untuk memacu pertumbu­han penggunaan 4G, Smart­fren mengaku akan menggelar berbagai aktivitas, seperti program tarde-in (tukar tam­bah) untuk memfasilitasi pel­anggan yang ingin migrasi ke layanan 4G. “Persaingan den­gan operator GSM, Smartfren tidak gentar. Karena kita dari awal sudah mengunggulkan segmen data, sementara oper­ator lain masih banyak mikir lantaran revenue mereka masih tinggi di voice dan SMS. Apakah konsumen mereka ini mau dipindah ke 4G? Kalau kita tidak terlalu banyak ham­batan dan akan mapu bersa­ing,” tandas Syawal.

Mengenai daerah yang akan difokuskan untuk 4G, Smart­fren seperti operator lain sama-sama akan menggarap kota-kota besar, salah satunya Jabodetabek. “Daerah yang menjadi fokus 4G pastinya kota besar, termasuk Jabodetabek. Bogor sendiri kontribusinya sekitar 20 persen. Ini akan ter­us dipacu dengan komitmen in­vestasi jaringan,” katanya.

My SmartPlan

Smartfren juga saat ini ten­gah menawarkan program paket terbaru bernama My SmartPlan. Dijelaskan Syaw­al layanan ini bebas diatur sesuai kebutuhan pelanggan­nya. Kehadiran My SmartPlan untuk memudahkan pelang­gan untuk menentukan paket komunikasi sesuai kebutuhan­nya.

“Dengan adanya inovasi ini menunjukkan kepedulian kami terhadap belanja layanan komunikasi pelanggan kami yang beragam. Dengan My SmartPlan ini, kami yakin kini pelanggan memiliki lebih ban­yak pilihan untuk mendukung mobilitas dan produktivitas mereka,” ujarnya.

Setiap pembelian salah satu paket tersebut, pelang­gan memperoleh sejumlah paket yang bisa diatur alokas­inya sesuai kebutuhan komu­nikasinya, baik itu telpon, SMS maupun internet. Dan tarif yang ditawarkan mulai dari Rp 50.000 untuk Paket Bronze, Rp 60.000 Paket Silver, serta Rp 100.000 dan Rp 150.000 untuk Gold dan Platinum.

Pelanggan bisa mengurangi dan menambahkan besar ke­cilnya kuota layanan langsun menggunakan fitur “Smart Slider” dengan menyisakan minimum 1 unit value untuk tiap jenis layanan.

Pengaturan kostumisasi tersebut bisa dilakukan via website my.smartfren.com atau melalui aplikasi MySmart­fren di perangkat Android. Dan jika hanya melakukan pembel­ian paket melalui SMS, maka pelanggan memperoleh paket dengan pengalokasian mengi­kuti paket standar tanpa bisa melakukan kostumisasi.

Paket ini juga memberikan kemudahan jika salah satu kuota yang digunakan habis, sedangkan kuota lain masih tersisa, maka pelanggan cukup membeli paket Add On agar tak menghapus sisa kuota lain yang tersisa.

(Apriyadi Hidayat)

Halaman:
« 1 2 » Semua