BOGOR TODAY – Maraknya Warga Negara Asing (WNA), khususnya para imigran ge­lap di Bogor saat ini, menjadi perhatian intensif Kantor Imigrasi Kelas II Bogor. Berbagai strategi disiapkan dalam menan­gani para imigran-imigran yang jumlahnya semakin bertambah banyak masuk ke wilayah Kabupaten Bogor, utamanya di kawasan Puncak Cisarua.

Bukan hanya wilayah Kabupaten Bo­gor saja, wilayah Kota Bogor yang daer­ahnya berdekatan dengan Bumi Tegar Beriman menjadi pengawasan intensif, karena banyak diketahui Warga Negara Asing berada dan berkeliaran di wilayah Kota Bogor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Herman Lukman, mengungkapkan, saat ini imigrasi sedang fokus melakukan pen­dataan terhadap imigran gelap yang ada di wilayah Bogor, baik di wilayah Kota Bo­gor maupun Kabupaten Bogor. Pendataan harus dilakukan untuk mengetahui realita data jumlah imigran yang sebenarnya, ka­rena keberadaan imigran itu sulit untuk di hitung, disebabkan keberadaannya yang berubah-ubah.

“Kita kumpulkan semua pihak untuk menyiapkan beberapa rencana program dalam menangani masalah imigran ge­lap, termasuk kegiatan operasi razia atau sweeping yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, baik di wilayah Kota Bo­gor maupun di Kabupaten Bogor,” ung­kapnya usai memimpin rapat tim Penga­wasan Orang Asing (PORA) tahun 2015 di aula Kantor Imigrasi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal.

Baca Juga :  Generasi Emas Harus Siap Secara Fisik Maupun Mental

Herman menyebutkan, berdasarkan data dari tahun 2014 lalu, jumlah imigran yang ada di kawasan Puncak Cisarua seban­yak 535 orang, diantaranya, imigran asal Af­ganistan sebanyak 358 orang, Pakistan seban­yak 61 orang, Myanmar sebanyak 34 orang, Irak sebanyak 36 orang, Srilanka sebanyak 7 orang, Iran sebanyak 22 orang, Bangladesh sebanyak 2 orang, Somalia sebanyak 5 orang, Mesir sebanyak 3 orang, Sudan sebanyak 6 orang, dan Kwait sebanyak 1 orang.

“Data jumlah imigran juga cender­ung mengalami peningkatan, bahkan dari mapping sementara jumlah imigran yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua saat ini sebanyak 600 orang lebih, be­lum wilayah lainnya seperti Kecamatan Megamendung, Ciawi, Sukaraja dan se­bagian wilayah Kota Bogor seperti di Ke­camatan Bogor Timur. Semua pihak akan mulai bekerja mengumpulkan data-data keberadaan imigran di wilayahnya, dan setelah itu baru kita action,” jelasnya.

Baca Juga :  Kadin dan Pemkot Bogor Bahas Anggaran Pokir DPRD Harus Transparan

Lanjut Herman, pendataan ulang terhadap para imigran di Bogor akan di­lakukan selama satu bulan, dan eksekusi turun ke lapangan sekitar bulan Agustus mendatang. Data-data yang nanti dimiliki akan disampaikan ke pemerintah pusat, termasuk desakan dan keinginan selu­ruh warga juga akan disampaikan, agar menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat, apakah imigran itu ditarik semua, atau di setop kedatangannya maupun di deportasi semua WNA yang ada di Bo­gor. Terkait para pengungsi Rohingya dari Myanmar yang meledak di tahun 2015 ini masuk ke Indonesia, sampai saat ini be­lum ada satupun diketahui yang masuk ke wilayah Bogor.

(Rizky Dewantara)