11133738_1425286464445260_3982772683638210815_nKebanyakan orang Indonesia pasti suka makan tahu goreng, apalagi tahu isi ditambah cabai rawit. Nah, selain rasanya yang pedas dan mantap peluang bisnis usaha makananan ringan tahu isi pedas ini ternyata sangat potensial. Seperti apa? Masihkah berlama lada (pedas)?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Tahu sudah menjadi lauk-pauk se­hari-hari masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, tahu juga terbilang camilan favorit. Maka itu, bisnis olahan tahu juga menjamur. Salah satu yang sedang tren adalah tahu pedas.

Ada banyak tawaran kemitraan tahu pedas. Salah satu pemain yang gen­car menawarkan kemitraan adalah Shella Monica dengan mengusung brand Tahu Pedas Andrew Phillips di Bandung, Jawa Barat.

Berdiri Maret 2015, Tahu Pedas Andrew Phillips lang­sung menawarkan kemitraan. Saat ini, sudha ada tiga gerai Tahu Andrew Phillips yang semuanya berlokasi di Bandung. “Semua gerai masih milik sendiri,” kata Shella.

Baca Juga :  Dinkukmdagin dan Kadin Kota Bogor Gelar Wisuda Program Wirausaha, Dedie: Ekspor Produk Terbaik dan Unggulan

Tahu Pedas Andrew Phillips menyajikan tahu pedas khas Bandung dengan beberapa varian rasa, seperti original, isi ayam, ikan, dan daging sapi. Satu buah tahu dihargai Rp 1.500 untuk yang original. Sementara varian lain dihargai Rp 2.000. Namun, harga ini bisa berubah sesuai dengan lokasi. Shella bilang, paling banyak peminatnya adalah tahu pedas isi ayam.

Dalam kemitraan ini, Shella menawarkan dua paket investasi. Yaitu, paket Rp 16,9 juta dan pa­ket Rp 20 juta. Mitra mendapatkan satu set booth, kompor gas, peratalan masak lengkap, bahan baku tahu sebanyak 500 buah, panduan resep, pelatihan, dan alat promosi.

Khusus paket Rp 20 juta akan ditunjuk menjadi master di suatu kota yang belum ada Tahu Pedas Andrew Phillips. Nantinya, bila ada mitra yang mau bergabung di kota tersebut, master bisa men­gambil keuntungan juga.

Baca Juga :  Dinkukmdagin dan Kadin Kota Bogor Gelar Wisuda Program Wirausaha, Dedie: Ekspor Produk Terbaik dan Unggulan

Ia menargetkan, mitra bisa bisa menjual 300-400 buah tahu per hari, dengan omzet Rp 600.000-Rp 700.000 per hari. Ada pun perole­han omzet dalam sebulan bisa mencapai Rp 20 juta. Dengan rata-rata laba bersih 40%, mitra bisa balik modal bisa dalam tiga bulan. Agar target tercapai, mitra harus memilih lokasi berjualan di tempat strategis.

Kemitraan Tahu Andrew Phillips berjangka waktu lima tahun. Bila kontrak habis, mitra yang mau memperpanjang harus membayar Rp 5 juta lagi. Shella tidak menerapkan royalti fee namun mitra wajib beli bahan baku dari pusat. Ada pun bahan-bahan yang dipasok terdiri dari tepung, bumbu dasar, dan sambal.

(KTN)