kebakaran-(2)BOGOR TODAY – Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, mendadak ramai. Iring-iringan mobil sirine seliwer­an masuk ke kampung padat pen­duduk tersebut. Tiga rumah milik warga di Jalan Ardio RT 1/5, Kelu­rahan Cibogor, ternyata disambar api. Penyebab kebakaran, diduga akibat ledakan televisi dirumah Ny Salamah (45) yang menimbul­kan percikan api yang membesar dan membakar bangunan rumah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian hing­ga ratusan juta rupiah. Asep (28) salah satu warga mengatakan, api berasal dari rumah Salamah yang berdekatan dengan rumah Luk­man.

Baca Juga :  Program Otsuka Blue Planet Edukasi Masyarakat Tanggulangi Sampah

“Diduga akibat televisi mele­dak. Soalnya sebelum muncul api, kedenger suara meledak dari tv,” kata Asep di lokasi kejadian.

Api dari rumah Salamah lang­sung menyebar ke rumah Lukman dan satu rumah warga lainnya. Penghuni rumah berusaha meny­elamatkan barang berharga sedan­gkan puluhan warga mencoba me­madamkan api dengan peralatan seadanya.

Empat mobil pemadam keba­karan dikerahkan ke lokasi kejadi­an untuk memadamkan api. Seki­tar 1 jam kemudian, api berhasil dipadamkan.

Sejumlah penghuni rumah ti­dak bisa menutupi kesedihannya dengan kejadian ini. Beberapa di­antaranya bahkan menangis saat rumahnya terbakar.”Sedih banget, apalagi besok sudah puasa dan malam udah tarawih pertama,” kata Ajeng (19), salah satu warga.

Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Hapus Pengajuan Uang Penyertaan Modal Perumda Pasar Pakuan Jaya

Salamah, yang mengetahui kabar tersebut langsung bergegas pulang meninggalkan lapak da­gangannya di Pasar Anyar. “Ya Al­lah, Gusti … meuni beurat ieu teh cobaan,” ujarnya, sesenggukan.

Di lokasi, Kepala Badan Pen­anggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ganjar Gunawan, men­gatakan pihaknya mendapatkan kendala untuk memadamkan api. “Kami sudah mengirimkan tiga kendaraan pemadam kebakaran kesini. Namun ada kendala yang kami dapatkan, hydrant air ter­tanam dan posisi krannya ada di bawah, jadi kami sedikit kesuli­tan,” pungkasnya.

(Guntur Eko Wicaksono)