-Imam-Nahrawi-JAKARTA, Today – Koordinator Komuni­tas Olahraga Profesional Indonesia, Haryo Yuniarto, meminta semua pihak mengh­entikan wacana dugaan pengaturan skor yang ditujukan kepada Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2015.

Menurut Haryo, yang perlu mendapat sorotan adalah kinerja dari Menpora Imam Nahrawi. Sebab, Menpora terbukti tidak per­nah memberikan perhatian kepada cabang-cabang olahraga yang ada dengan serius.

Dampaknya, kontingen Merah-Putih menempati posisi kelima klasemen akhir perolehan medali di bawah Malaysia, Vietnam, Singapura dan Thailand yang menjadi juara umum.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Padahal sejak awal, Menpora berani menjanjikan Indonesia mampu meraih 72 medali emas. Sedangkan yang diperoleh, yakni hanya 47 medali emas.

“Saya tidak ragu untuk menyebut ini tanggung jawab Menpora. Sebab, di un­dang-undang juga disebutkan demikian,” ujar Haryo.

Ia berharap, beliau tidak mengelak dan melakukan evaluasi dengan sejujur-jujurnya. Kalau ini kesalahan pejabat struktural di Kemenpora, maka harus be­rani dievaluasi dan disajikan laporannya ke masyarakat dengan jujur.

“Ke depannya, masyarakat dan pemer­intah harus siap melakukan perbaikan. Karena kita, sudah terbiasa dengan keber­samaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Aksi Manuever Atlet Penerjun Payung Cup 2022

Bahkan ditegaskan Haryo, Menpora harus berani mundur dari posisinya. Sekalipun Imam mendapatkan masukan yang tidak benar dari para pembantunya.

Sebab dilanjutkan Haryo, deputi terse­but membuat selisih perolehan medali yang sangat jauh. Bahkan dituturkan Haryo, pencapaian tersebut terburuk dalam 10 tahun terakhir.

“Jangan pernah menyalahkan atlet, karena mereka sudah sudah berjuang. Harus diakui, jika Timnas Indonesia U-23 memang kalah kualitas dari Vietnam. Sehingga, jangan dipermainkan menjadi isu-isu pengaturan skor,” pung­kasnya.


(Imam/net)