Untitled-16Supermarket Super Indo melakukan take over terhadap gerai Farmers Market milik PT Supra Boga Lestari Tbk di kawasan Jalan pahlawan, Bogor Selatan, Kota Bogor. Diduga, pengalihan gerai tersebut lantaran sepinya daya beli konsumen sekaligus tidak cocoknya sasaran segmen konsumen. Namun demikian, perseroan tetap akan agresif melakukan ekspansi melalui dua brand ritelnya, yakni Ranch Market dan Farmers Market.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Induk jaringan retail Ranch Market dan Farmers Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) berencana melaku­kan spin off anak usaha tersebut dan tengah mencari investor baru untuk menjalin kerjasama strategis.

Direktur Utama RANC, Nu­groho Setiadharma mengatakan, perseroan akan mengurangi porsi investasi di Ministop, namun perseroan juga akan menjajaki investor baru yang akan digandeng dalam mengelola Ministop melalui pola strategic investment. Sayangnya dia belum bisa mempublikasikan investor baru mana yang sedang dalam proses penjajakan.

”Nantinya kita cari investor baru diharapkan dengan stra­tegic investment ini bisa mem­bawa benefit. Karena sekarang mencari lokasinya susah, jadi pasti investor yang kita undang adalah yang sudah mempunyai lokasi di beberapa titik sehing­ga kita punya sewa tidak begitu terlalu mahal,” ujarnya di Ja­karta, kemarin.

Tahun lalu, perseroan mem­bukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,6 triliun naik 26,4 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan bersih ini didorong oleh 9,5 persen same store sales growth dan penam­bahan 3 toko baru (Farmers Market Bintaro Exchange, Farmers Market Grand Wisata Bekasi dan Farmers Market Jababeka). Namun, margin laba bersih tahun 2014 turun men­jadi 0,6 persen dari 2,6 persen di tahun 2013.

Penurunan marjin laba ber­sih tersebut lebih di karenakan kerugian dari entitas anak, PT Bahagia Niaga Lestari (Minis­top), yang mulai beroperasi dengan dibukanya Ministop pertama pada semester kedua tahun 2013. Menurut Nugroho, pengembangan format Minis­top membutuhkan waktu yang panjang dan memerlukan pe­nyesuaian dari waktu ke waktu sampai dapat menyesuaikan keinginan dan selera pelang­gan, disamping tantangan kompetisi yang semakin keras, harga sewa properti yang tinggi terutama di Jakarta, dan pemili­han lokasi-lokasi strategis.

Potensi Pasar

Namun dia yakin pertum­buhan mini market dengan konsep convenience store di Indonesia memiliki prospek yang positif. Menurutnya, su­dah hampir 2 tahun belakan­gan ini angka pertumbuhan convenience store lebih tinggi dibandingkan angka pertum­buhan hypermarket dan super­market, khususnya di kota be­sar macam Jakarta,”Di konsep hypermarket pertumbuhannya sudah minus, di konsep super­market pertumbuhannya su­dah di bawah dua digit, sedan­gkan pertumbuhan yang paling tinggi adalah convenience store sampai 22 persen, jadi memang ini adalah lifestyle di kota be­sar,” jelasnya.

Tahun ini, lanju Nugroho, perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 25 miliar. Dana itu akan dipakai untuk pengembangan usaha. Disebutkan, tahun ini pers­eroan telah menambah tiga lokasi toko baru. Sampai kuar­tal pertama 2015, perseroan telah menambah dua toko Ranch Market di Surabaya dan Serpong, Tangerang Selatan se­hingga jumlah toko yang telah dibuka menjadi 27 toko,”Pada semester kedua 2015 mendata­ng, perseroan akan membuka satu toko baru,” ujarnya.

Kemudian guna mendukung kinerja tahun ini, perseroan juga telah meluncurkan ap­likasi online shop yang berna­ma Happy Fresh. Program itu ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang sibuk untuk dapat berb­elanja kebutuhannya dengan “online shopping”.”Online shoping menjadi salah satu al­ternatif untuk berbelanja bagi masyarakat, kita juga akan memberikan jasa disitu,” ucap Nugroho.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan melalui be­berapa aksi korporasi pers­eroan pada tahun ini mampu mengangkat penjualan men­jadi Rp1,8 triliun, naik dari penjualan tahun 2014 lalu yang sebesar Rp1,65 triliun. Tercatat pada kuartal pertama 2015, penjualan Supra Boga tumbuh sekitar 17,99 persen menjadi Rp 454,95 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 385,57 miliar. Sementara laba bersih peru­sahaan turun menjadi Rp 4,53 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,43 miliar.

Sebelumnya, Asosiasi Pen­gusaha Ritel Indonesia (Aprin­do) mengungkapkan menu­runnya daya beli masyarakat belakangan ini membuat bisnis ritel anjlok 10-15 persen hingga Mei 2015.

Pelemahan udah terlihat sejak tahun lalu. Aprindo men­gungkapkan pertumbuhan usaha ritel anggota Aprindo ra­ta-rata hanya tumbuh 7 persen pada tahun lalu, jauh di bawah rata-rata pertumbuhan normal 15 persen per tahun. Secara keseluruhan, nilai bisnis ritel pada tahun lalu mencapai Rp 18 triliun.

Di-take Over Super Indo

Gerai Farmers Market yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kota Bogor, di-take over oleh PT Lion Super Indo (supermar­ket Super Indo). Hingga perten­gahan tahun ini Super Indo su­dah menambah lima gerai baru dari rencana penambahan 20 gerai anyar di 2015 ini. Di Bo­gor, Super Indo membuka gerai baru di kawasan Jalan Pahla­wan No. 78, Bogor Selatan, Kota Bogor. Gerai Super Indo Pahlawan memang bukan ge­rai pertama yang dimilikinya di Kota Hujan. Sebelumnya, jarin­gan ritel internasional Delhaize Group dari Belgia ini telah had­ir di Plaza Jembatan Merah dan Tajur Trade Mall.

“Ekspansi Ini bagian dari komitmen kami dalam mendekatkan diri dengan konsumen di mana pun. Kami melihat Bogor sangat memiliki potensi pasar yang bagus, maka dari itu kami ingin terus mem­berikan produk terbaik juga,” ungkap Vice President Op­eration Super Indo, Wirawan Winarto, kepada BOGOR TO­DAY, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, perlambatan ekonomi yang tengah terjadi pada kuartal I/2015, juga di­alami sektor ritel. Namun, hal tersebut tak menghalangkan niat perusahaan untuk mel­ebarkan sayap-sayap bisnisnya.

“Memang cukup berpen­garuh. Semua sektor men­galami. Tapi kami normal saja dalam mengembangkan peru­sahaan. Kebetulan kami punya pengelolaan management yang cukup baik sehingga tidak ada hambatan apapun untuk ber­investasi. Mungkin ada peru­sahaan yang ngerem sedikit karena perlamabatan ekonomi, kalau kami karena funfamental cukup baik jadi tidak akan terh­alang,” bebernya.

Terkait pembukaan gerai di Bogor, Wirawan menilai Jalan Pahlawan merupakan salah satu kawasan strategis dan sesuai dengan segmen yang akan disasar Super Indo. “Sep­erti yang sudah diketahui, se­belumnya tempat ini memang milik Farmer Market. Lalu kami lakukan take over dan menyu­guhkan konsep yang berbeda dengan yang mereka terapkan. Kami harap, konsep yang kami bawa ini bisa memberikan pen­galaman berbelanja berbeda untuk seluruh segmen,” jelasn­ya.

(Apriyadi Hidayat/*)