JAKARTA TODAY – Berbagai isu menimpa KPU terkait ancaman Pilkada serentak tahun 2015 akan diundur. Terakhir munculnya audit BPK yang mendapati indikasi kerugian negara atas anggaran Pemilu 2014. Namun Ketua KPU Husni Kamil Manik menegaskan Pilkada ta­hun ini tidak akan diundur untuk alasan apapun.

“Kita tetap pada jadwal yang ada, dan kita akan tetap fokus siapkan hari pemungutan 9 Desember. Kalaupun ada isu lain dalam media, itu adalah dinamika yang ada dan tak pengaruhi tahapan yang ada,” kata Husni Kamil Manik dalam diskusi tentang Pilkada di Kafe Dua Nyonya di Jalan Cikini Raya, Jakpus, Minggu (21/6/2015). Hadir dalam diskusi itu ketua DPD Irman Gusman.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan Gudang BBM di Palembang, Pasok Solar Disebut Ilegal

Husni mengatakan, sejak tahapan Pilkada resmi dimulai pada 17 April lalu, sudah ada 156 calon kepala daerah jalur independen yang sudah mendaftar dan masih dalam tahap verifikasi. Beberapa sudah tertolak karena tak penuhi syarat. “Kami sedang bentuk PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPP (Panitia Pemun­gutan Suara) di seluruh kabupaten/kota. Walau pilkada ini berlangsung di 269 daerah, tapi untuk pembentukan PPK dan PPS dilakukan di 308 kabupaten/kota. Karena 9 provinsi ini sebagian lakukan pemilihan bersaman den­gan bupati walikota,” papar Husni soal persiapan lainnya.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan Rumah di Padang, Diduga Karena Ledakan HP

Husni juga mengatakan, persiapan terkait daf­tar pemilih, pada tanggal 23 Juni ini akan diterjunkan Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih untuk memveri­fikasi data pemilih kepada pemilih di rumah-rumah. Data pemilih dari Kemendagri itu juga disinkronkan dengan data pemilu 2014. “Soal kesiapan anggaran kami warning pemerintah dan utamanya pemerintah daerah batasan waktu 3 Juni 2015 adalah komitmen terakhir pemerintah sediakan anggaran.

(Yuska Apitya/net)