Untitled-2BANDUNG, Today – Gara-ga­ra kisruh sepak bola Indone­sia antara PSSI dan Menpora hingga terjadi pembekuan dan berbuntut sanksi dari FIFA, pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman harus harap-harap cemas mengenai target pribadinya.

Djanur, sapaan akrab Djajang, ta­hun ini memiliki rencana melan­jutkan kursus ke­pelatihan untuk mengantongi li­sensi A AFC.

Hingga kini, Djanur masih berbekal lisensi kepelatihan B AFC, ia pun menarget­kan lisensi A AFC didapatnya tahun ini. Namun apa daya, karena semua itu belum bisa dipastikan berhubung PSSI yang sedang kena suspend FIFA.

“Itu rencana saya dari awal. Na­mun kenyataannya akibat kisruh itu harus gigi jari dan sangat rugi sekali secara pribadi tidak bisa ikuti kursus kepelatihan lisensi A AFC,” ungkap­nya belum lama ini.

Rencananya Janur akan mengi­kuti jadwal kursus kepelatihannya di bulan Agustus 2015. Bila FIFA masih belum mencabut suspend terhadap induk sepak bola Indonesia, bisa saja target pelatih asal Majalengka itu ha­rus tertunda.

Baca Juga :  Ghanim Al-Muftah, Sosok Difabel yang Membaca Ayat Al-Quran Pada Opening Ceremony Piala Dunia 2022

“Karena saya sebenarnya harus mengikuti kursus bulan Agustus ini, ternyata dengan adanya sanksi FIFA harus tidak jadi,” katanya.

Lebih lanjut, Janur hanya bisa menunggu federasi sepak bola dunia melepaskan hukumannya terhadap PSSI. Diiringi dengan semakin mem­baiknya kondisi sepak bola tanah air.

Bila mengusahakan untuk mendapat lisensi A AFC di luar In­donesia pun Janur mengungkapkan tidak bisa. Menurutnya sanksi FIFA terhadap Indonesia berlaku pula hubungan sepak bola Indonesia den­gan internasional tertutup.

“Satu-satunya jalan saya harus menunggu sanksi FIFA selesai baru saya bisa bergerak lagi. Karena saya usaha pergi ke luar negeri misalnya, saya tetap tidak boleh. Misal saya mengambil sendiri kursus kepelati­han lisensi A AFC dengan pergi ke­mana, ikut yang di luar negeri, itu juga enggak bisa,” terangnya.

Baca Juga :  Berikut Kebijakan Minum Alkohol yang Super Ketat Bagi Supporter Piala Dunia Qatar 2022

Djanur berkeinginan untuk me­meiliki lisensi A AFC karena berkai­tan dengan aturan AFC dimana klub yang berkiprah di level Asia harus mengantongi lisensi tersebut.

Hal itu yang membuat Janur tidak bisa terdaftar sebagai pelatih kepala Persib di kualifikasi Liga Champions Asia dan AFC Cup 2015.

Peran pelatih kepala didapuk Em­ral Abus yang sudah memiliki lisensi A AFC. Pun dengan aturan kompetisi nasional, pelatih klub Indonesia Su­per League semestinya pelatih yang berlisensi A AFC, namun hingga musim lalu masih diberi keringanan. (Imam/net)