JAKARTA, Today – Asosiasi As­uransi Umum Indonesia (AAUI) masih enggan mengomentari rencana perubahan iuran dan kelas perawatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Terlepas dari hal tersebut, pertumbuhan lini bisnis dari asuransi kesehatan diprediksi hanya tumbuh mini.

Direktur Eksekutif AAUI, Ju­lian Noor menyebut di tahun ini, perolehan premi dari as­uransi kesehatan hanya akan tumbuh di kisaran tiga persen saja. Sementara pada tahun lalu premi dari lini bisnis ini mencapai sekitar Rp 5,6 triliun.

BACA JUGA :  Kecelakaan Minibus Tabrak Tronton di Tol Boyolali, 6 Orang Tewas

Beratnya bisnis asuransi kesehatan sendiri sudah terli­hat di tiga bulan pertama 2015 ini. Sampai kuartal I, premi asuransi kesehatan turun lima persen secara year on year menjadi Rp 1,25 triliun.

BACA JUGA :  Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Sabtu 13 Juli 2024

Masih banyaknya pertan­yaan dari nasabah terhadap implementasi program BPJS Kesehatan menjadi penyebab lesunya bisnis ini. Sehingga aksi wait and see terus terja­di. “Mungkin di paruh kedua perusahaan akan mengikuti dulu. Nanti mereka memutus­kan apakah mereka puas atau tidak,” ungkapnya.

(Adil | net)

======================================
======================================
======================================