Untitled-14Lelang ulang untuk renovasi ruang paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor telah dibuka, hasilnya ada 52 perusahaan yang mendaftar hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran, yakni PT Proteknika.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Sekretaris DPRD, Nu­radi mengungkap­kan jika saat ini para peserta lelang sudah masuk tahap verifika­si sejak Sabtu (20/6/2015) lalu dan mantan Kepala Dinas Sos­ial Ketenagakerjaan dan Trans­migrasi (Dinsosnakertrans) Ka­bupaten Bogor ini menampik jika lelang proyek senilai Rp 17,14 miliar ini sepi peminat.

“Saya terima laporan dari staf saya sudah ada 52 peru­sahaan yang telah mendaftar untuk mengerjakan ruang pari­purna ini. Bahkan sejak Sabtu (20/6/2015), sudah dilakukan verifikasi dokumen. Kalau ti­dak salah, sampai besok (hari ini,red) verifikasi terakhir,” ujar Nuradi.

Ia mengungkapkan jika han­ya melanjutkan tugas Sekwan yang lama sehingga mengenai molornya lelang yang baru dimulai pada pertengahan ta­hun ia tidak mengetahui apa alasannya.

Baca Juga :  Plt. Bupati Bogor Sampaikan Terima Kasih Kepada Insan Kesehatan yang Sudah Jadi Garda Terdepan

“Saya ini hanya melanjut­kan. Kan dokumen perenca­naan dari konsultan saja baru selesai Mei kok,” lanjutnya.

Setelah dokumen perenca­naan selesai, kemudian dewan megajukan ke Kantor Layanan Pengadaan Barangn dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor.

“Saya tekankan sekali jika sangat tidak benar jika lelang ini sepi peminta. Kalau yang pertama itu benar memang hanya satu. Tapi yang kedua ini, sangat banyak peminat­nya,” tegasnya.

Sementara mengenai ru­mitnya desain yang diinginkan DPRD dalam proyek ini, Nuradi mengatakan jika hal itu sudah dikonsultasikan antara konsul­tan perencana dengan pimpi­nan DPRD.

“Kalau alasan kemarin cuma satu yang bersedia menger­jakan, ya silahkan saja. Itu kan hanya alasan,” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD dari Partai De­mokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Saptariyani mengaku malu karena memiliki kantor yang berantakan.

“Kalau ditanya kenapa kami semua tidak betah dikantor, ya soalnya kantornya begini (be­rantakan, red). Itu juga alasan kenapa kami sering rapat dilu­ar. Soalnya memang tempatnya tidak ada,” ujar Sapta.

Baca Juga :  PUBLIKASI KINERJA BPKAD KABUPATEN BOGOR 2022

Terpisah, Kasi Jasa Kon­struksi KLPBJ, Djoko Pitono mengatakan jika dari 52 perusa­haan, baru PT Proteknika yang telah mengajukan penawaran sebesar Rp15,96 miliar.

Perusahaan tersebut sebe­lumnya dianggap gagal dalam lelang pertama oleh KLPBJ karena tidak memenuhi per­syaratan.

“Ya memang waktu lelang pertama, dia gagal. Tapi untuk yang kedua ini, mereka tetap berhak mengikuti dan mema­sukkan penawaran kembali. Kan mereka tidak di blacklist,” ujar Djoko.

Sebelumnya, Direktur Cen­tre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengung­kapkan jika lelang ulang hanya sebagai kedok atau formalitas karena pemenang lelang nanti­nya sudah ketahuan.

“Lelang ulang itu cuma formalitas. Karena dari semua peserta, satu perusa­haan titipan juga ikut dalam lelang itu,” ungkap Uchok. (Rishad Noviansyah)