persijap-menatap-divisi-utama-2015-V92JEPARA, Today – Usai mengikuti turnamen Piala Polda Jateng 2015, manajemen Persi­jap Jepara secara resmi membubarkan tim 2015.

CEO Persijap, Aris Isnandar, men­gatakan pembubaran tim itu berdasarkan pada hasil rapat internal manajemen dan mengacu pada persoalan sepakbola Tanah Air yang hingga kini masih suram.

Ketidakjelasan kompetisi membuat manajemen tidak bisa mempertahankan tim dalam jangka waktu lama. Sebenarnya, tim yang berjuluk Laskar Kalinyamat ini hampir dibubarkan beberapa waktu lalu, setelah Kemenpora membekukan PSSI. Na­mun karena di Jawa Tengah ada turnamen, akhirnya tim urung dibubarkan

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

“Tahun ini jelas tidak ada kompetisi. Tak adanya kompetisi membuat tim tak memiliki target. Kalau tetap dipertahank­an, kami tak memiliki dana berlebih untuk operasional tim,” ucap Aris, kepada Goal Indonesia.

Langkah Persijap pada Piala Polda Jateng 2015 terhenti di fase penyisihan grup A. Anam Syahrul d a n kawan-kawan berada d i peringkat ketiga dan tidak lolos ke semifinal.

Aris menambahkan, secara materi, kualitas pemain layak dipertahankan jika tahun depan kompetisi Divisi Utama sudah bergulir kembali. Sebe­lum mengikuti turnamen Piala Polda Jateng, tim Kota Ukir hanya memiliki waktu sebulan.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

“Kolektivitas permainan tim san­gat baik. Khusus turnamen kami hanya mempersiapkan tiga hari. Sebelumnya selama sebulan tim di­persiapkan untuk kompetisi resmi Divisi Utama. Kami berterima ka­sih kepada pemain, pengurus, dan Persijapmania yang telah mendu­kung tim selama turnamen,” imbuh­nya.

Dia berharap, ada islah antara PSSI dan Kemenpora yang berimbas pada ber­gulirnya kompetisi dan persepakbolaan Indonesia semakin bergairah.

(Imam/net)