persija-rdJAKARTA,Today – Abduh Lestaluhu makin sreg untuk meneruskan usahanya masuk ke dunia militer. Itu setelah dia melakukan diskusi dengan pelatihnya di Persija Jakar­ta, Rahmad Darmawan.

Abduh mengikuti tes masuk TNI pada Agustus mendatang. Itu setelah fullback Timnas U-23 terse­but mendapatkan tawaran untuk menjadi TNI melalui jalur khusus dari seorang perwira di Mabes POM TNI -AD.

“Saya sudah tanya-tanya (Rahmad Darmawan,red). Saya minta pertimban­gan juga, karena itu saya sangat mantap untuk menjadi TNI,” tegasnya.

Mengabdi kepada negara, lanjut Ab­duh, bukan hanya dilakukan dengan menjadi pemain Timnas. Tapi, menjadi TNI juga bisa berarti mengabdikan diri secara total kepada negara.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Kendati demikian, Abduh juga memas­tikan karirnya di sepak bola tak lantas ter­henti.

“Coach RD (panggilan Rahmad) lanjut­kan, tapi masih di militer. Karena itu demi masa depan yang jelas, saya juga siap un­tuk menjadi anggota TNI,” pungkasnya.

Rahmad Darmawan saat ini sudah me­nyandang pangkat Mayor Marinir Angka­tan Laut. Dia selama ini bertugas di Lan­tamal III Jakarta. Namun, kesatuannya memberikan izin selama Rahmad berkarir di sepak bola.

RD menilai pilihan tersebut sangat wa­jar, apalagi menjadi TNI memiliki jaminan di masa tua jika kelak tak lagi menjadi pesepakbola.

“Saya kira ini wajar, pemain ingin ma­suk TNI untuk menjamin masa tua ketika tidak bisa lagi bermain bola. Kegiatan di TNI punya kesamaan di sepakbola, teru­tama menjaga kebugaran fisik. Hal bersifat kekuatan mental juga bisa didapatkan ke­tika ikut pendidikan militer,” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Kendati begitu, pelatih Persija Jakarta itu meminta kepada pemain untuk mem­persiapkan mentalnya. Yang terpenting menurutnya, apapun profesi pekerjaanya harus dijalani dengan enjoy.

“Saya rasa mereka harus siap dari sisi mental. Untuk fisik dan hal lain, saya rasa tidak akan masalah ketika mengikuti pen­didikan kemiliteran. Mental harus siap untuk betul-betul masuk doktrin TNI dan menjiwainya,” tambah RD.

(Imam/net)