HL---Adil“Cabor kalau ingin bisa berkembang dengan baik harus mandiri, jangan hanya mengandalkan suntikan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) saja. Soalnya dana yang dialokasikan terbatas,” Ketua Pengcab FPTI Kota Bogor, Ade Syarief Hidayat

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Ketua Umum (Ke­tum) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Bogor, Eko Suprihadi mengatakan bahwa pihaknya tengah berbenah in­ternal dan memulai start dari nol kembali menuju PRSI Kota Bogor yang mandiri.

PRSI Kota Bogor tengah mendapatkan tantangan berat untuk kembali mendongkrak PRSI yang baru saja bergeliat pasca didera badai ditinggal hengkang empat atlet terbai­knya usai perhelatan Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XII/2014 lalu.

“Kami tengah melakukan pembenahan internal organ­isasi dan menyusun kembali untuk meraih target juara di Porda Jabar XIII/2018 men­datang. Para calon atlet baru tengah kita gembleng untuk melanjutkan estafet pembi­naan,” katanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kedirgantaraan Tanah Air, Kejurnas Terjun Payung Kasau Cup 2022 Resmi Dibuka

Mantan Ketua PRSI Kota Bo­gor, Arifin Himawan berharap, ketua yang baru nanti juga bisa bersinergi dengan pengurus yang lainnya. Dan juga bisa mendorong pihak KONI dan Pemkot Bogor untuk menye­diakan sarana dan prasarana yang benar-benar memadai.

“Selain pembinaan atlet, ketua yang baru harus bisa mengembangkan dan memin­ta agar sarana serta prasarana yang sesuai karena tidak bisa kita pungkiri bahwa kondisi Kolam Renang Mila Kencana sangat jauh dari kata mema­dai,” tukasnya.

Ahim pun mengatakan bahwa ketua yang baru juga harus bisa mengakomodasi anggaran untuk kepenguru­san secara operasional, tanpa mengharapkan bantuan dari pihak KONI maupun Pemkot Bogor.

Baca Juga :  Raih 2 Emas, Cabor Tenis Meja Jabar Juara Umum di Porwanas XIII 2022

“Pengurus yang baru harus bisa menjadi mandiri, tanpa bertumpu pada bantuan yang diberikan oleh KONI untuk op­erasional perorangan karena anggaran operasional ini han­ya bisa dipakai untuk kepen­gurusan saja,” tegasnya.

Senada, Ketua Pengcab Federasi Panjat Tebing Indo­nesia (FPTI) Kota Bogor meng­himbau bagi para cabor untuk bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional ca­bor masing-masing. Sehingga kualitas atlet binaannya bisa maksimal.

“Bukannya kita menafi­kan peran Pemda dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Namun dana yang dimiliki Pemda kan terbatas, jadi dana yang sampai ke masing-masing ca­bor juga sangat terbatas. Kita harus pintar mencari sumber dana lain, dari perusahaan le­wat Corporate Social Respon­sibility (CSR) misalnya,” kat­anya. (*)