Untitled-8BOGOR, TODAY – Puluhan massa yang mengaku sebagai korban penyalahgunaan nar­koba dan tergabung dalam Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI) Kabupaten Bogor meminta pemerin­tah meninjau ulang strategi pemerintah dalam memer­angi narkotika.

“Hukuman yang diberi­kan pemerintah kepada para pengguna narkoba dengan hukuman kurungan pen­jara sangat tidak efektif. Jus­tru malah kontra produktif. Karena pengguna narkoba itu hanya korban,” ujar koor­dinator aksi, Dosi Parling­goman saat berorasi di de­pan kantor BNN Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2015).

Menurutnya, penggunaan istilah darurat narkoba dan perang terhadap narkoba justru membuat para korban narkoba semakin tertutup dan bersembunyi dari dunia luar yang seharusnya mereka lebih membutuhkan pelay­anan medis untuk mengatasi ketergantungan terhadap narkoba.

“Ngomongnya saja perang melawan narkoba. Tapi nyat­anya mereka malah perang melawan manusianya. Itu hanya proyek mereka dan kami sebagai dijadikan ob­jeknya. Seharusnya pemer­intah memperluas akses kesehatan untuk korban nar­koba,” tegas Dodi.

Baca Juga :  Sempat Dikabarkan Hilang, Seorang Pria Asal Bogor Ditemukan Meninggal Dunia

Dodi menginginkan Ka­bupaten Bogor lebih banyak memiliki rumah sakit yang bisa dijadikan sebagai tem­pat berobat dan fasilitas ke­sehatan untuk narkoba yang saat ini hanya dimiliki oleh RSUD Ciawi. Ia mengeluhkan lokasi RSUD Ciawi yang ter­lalu jauh dari daerah lainnya.

“Bagaimana nasib kami yang ada di Cibinong, Pa­rung, atau daerah-daerah lainnya. Karena Kabupaten Bogor ini sangat luas dengan akses transportasi yang juga masih terbatas. Terlalu berat buat teman-teman jika harus ke RSUD Ciawi,” tukas Dodi.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nu­graha Setia Budhi menjelas­kan jika istilah perang ter­hadap narkoba telah dirubah oleh BNN dengan lebih fokus kepada bagaimana cara me­nyelamatkan korban peny­alahgunaan narkoba.

“Sekarang, istilah yang kami gunakan adalah meny­elamatkan korban penyalahgu­naan narkoba dan kami tidak lagi menggunakan istilah pe­candu narkoba,” tegas Budhi.

Baca Juga :  Asyik Kemping, Remaja Perempuan Asal Bekasi Tersambar Petir di Puncak

Meski demikian, Budi mengungkapkan jika BNN akan terus memerangi para bandar narkoba. Bahkan, para bandar akan dimiskink­an untuk memberi efek jera dengan melakukan pembuk­tian terbalik.

“Selain itu, mereka kami ke­nakan pasal tindak pidana pen­cucian uang (TPPU) disamping UU Nomor 35 Tahun 2009 ten­tang Narkoba,” lanjutnya.

Budhi juga mengakui jika fasilitas kesehatan untuk para pengguna narkoba yang dimiliki Bumi Tegar Beriman masih sangat minim. Namun, BNN dan Pemkab akan terus melakukan upaya untuk mengentaskan minimnya fasilitas kesehatan itu.

“Akses kesehatan untuk para pemgguna narkoba ini kami akui memang masih sangat terbatas, kita sudah menunjuk tujuh RSUD untuk bisa melakukan rawat jalan, empat di kabupaten dan 3 di kota Bogor,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)