ismet-ali-1Tahun lalu saya temui se­buah unit b i s n i s yang dipimpin manajer serta beberapa su­pervisor dan dukungan pulu­han petugas sales. Ternyata mereka tidak berkontribusi positif bagi perusahaannya. Beberapa konsultan mengusul­kan agar unit bisnis itu dibubar­kan saja. Akan tetapi Presiden Direktur mengusulkan mencari pandangan lain (Second Opinion) dari konsultan SDM. Maka sam­pailah mereka di kantor saya.

Saya diminta untuk melaku­kan general check up. Saya memulai dengan melakukan au­dit komitmen, kompetensi, sam­pai pada pengelolaan kondisi kerja. Setelah satu minggu saya temukan bahwa manajer yang menjadi kepala unit bisnis itu ternyata tidak kompeten membangun tim yang efektif. Hasilnya, be­berapa supervisor senior dan puluhan salesman itu bekerja seenaknya tanpa ken­dali.

Baca Juga :  Brand Jewelry Pertama di Indonesia The Palace Jeweler Jadi Mitra Kemenparekraf Surabaya

Berikutnya saya memberikan Coaching and Counseling (C&C) kepa­da manajer dan supervisor untuk membangun tim dengan 4 tahap. Pertama, Pengakuan potensi keuntungan membangun tim. Tujuannya mengelola kekuatan setiap individu dan mengimajina­sikan kontribusi positif bila berbagai individu itu dapat bersiner­gi. Sebaliknya, bila tidak dikelola, maka yang akan terjadi adalah kekacauan (Chaos), karena setiap individu cenderung menampil­kan egonya.

Kedua, Mengingatkan peranan manajer dalam tim. Manajer ha­rus tampil sebagai pribadi cerdas mengelola kehidupan pribadi yang seimbang. Setelah itu, mengenali kompetensi yang harus dimiliki dan mendemonstrasikan dalam membangun tim efektif.

Ketiga, Membangun kematangan tim. Manajer harus tahu ke­matangan tim. Cirinya bila semua anggota tim memiliki integritas yaitu keselarasan apa yang dipikirkan, dengan yang dikatakan dan yang dilakukan. Bila kesepakatan tercapai, maka anggota yang belum memiliki integritas harus mengikuti C&C agar men­jadi individu matang untuk men­dukung tim.

Baca Juga :  Kunci Pengembangan Bisnis Skincare, IAI Kota Bogor Gelar Seminar Didepan Ratusan Apoteker

Keempat, Mengatasi blok di dalam tim kecil. Pada tahap ini manajer harus mampu mengang­kat silo atau pembatas imajiner yang ada diantara tim kecil atau diantara individu. Egoisme tim kecil atau individu harus dikenali untuk memenangkan kepentingan fungsional diatas kepentingan personal.

Manajer memang harus mengi­kuti 4 tahapan ini agar tim efektif bisa dibangun berbasiskan integritas dan pemikiran yang terbu­ka (Open Mind). (*)