Untitled-7BOGOR, TODAY - Bulan puasa kali ini menjadi awal yang berbeda. Pasalnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Bogor Sap­tariani kini bisa berkum­pul bersama Mantan Wakil Bupati Bogor, Karyawan Fathurach­man yang merupakan suaminya.

“Tahun ini begitu berbeda dan bermakna, karena bisa kumpul ber­sama keluarga semua,” ujar Saptariani, saat melakukan kegiatan buka puasa bersama di warung langgananya.

Tidak ada yang istimewa menu berbuka yang dipersiapkannya, hanya es buah dan gorengan lengkap dengan bumbu kacang dan secangkir kopi hitam untuk sang suami.

“Untungnya, bapak mah ngga ribet ka­lau buat buka puasa. Ngga neko-neko, apa saja dimakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika keluarga tidak me­lulu harus berbuka puasa dikediamannya yang terletak di Kampung Pisang, Kelu­rahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tapi juga tidak selalu bermewah-mewa­han saat berbuka. Pasangan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun kadang singgah di warung langganan sekadar untuk melepas dahaga dan mengisi perut keroncongan di waktu berbuka puasa.

Baca Juga :  Gelorakan Masyarakat Berolahraga Melalui Kegiatan Fun Bike 

Sapta mengungkapkan jika ia merasa sangat bahagia karena meski ia sibuk dengan urusan sebagai wakil rakyat. Dirinya tetap bisa berbuka puasa bersama suami serta sepasang buah hatinya, Proletina Puspanegara (19) dan Galih Cakrabuana (17).

“Saya selalu menyempatkan buka bersa­ma dengan keluarga. Sesibuk apapun itu, saya harus sempat. Karena keharmonisan keluarga itu ada di momen seperti ini,” ungkapnya.

Meski sibuk di parlemen, wanita berhi­jab ini tidak pernah meninggalkan kodratnya sebagai suami dan ibu rumah tangga dengan selalu melayani suami serta anak-anaknya.

“Kalau dirumah, saya tetap seorang ibu dan saya pun harus masak untuk anak-anak dan suami,” terangnya.

Menu khusus untuk keluarga pun selalu disiapkannya untuk keluarga. “Kalau di bulan puasa, saya masak makanan khas ramadan seperti mie kuning dan tentunya kolak. Kadang bapak juga sering masak, bahkan lebih jago masaknya,” tuturnya.

Baca Juga :  Melawan Cerebral Palsy, Ibu perjuangkan Legalisasi Ganja Medis Demi Anaknya

Karfat pun mengaku tidak mempunyai menu andalan untuk berbuka puasa. Setiap masakan sang istri selalu disantapnya. “Se­lama itu masakan istri saya, pasti saya jadi ma­kan banyak,” ujarnya.

Putri sulungnya, Proletina Puspanegara pun senada dengan sang ayah dengan men­gatakan, meski sang bunda sibuk di DPRD, ia masih menomorsatukan keluarga dengan memberi perhatian terlebih di bulan puasa ini.

Sedangkan menu favorit sang putra, Galih adalah sambal kacang. Menurutnya setiap buka puasa ia selalu makan gorengan sebagai makanan pembuka.

“Ibu pasti menyiapkan sambal kacang un­tuk buka puasa karena itu merupakan menu wajib buka buat saya,” tutupnya.

(Rishad Noviansyah)