Untitled-8SELAMA bulan puasa kegiatan atlet-atlet olahraga di Kota Bogor tidak berhenti. Mereka tetap melakukan kegiatan rutin seperti hari biasanya yakni dengan menggelar latihan untuk terus menjaga kebugaran tubuhnya selama tidak bertanding.

GUNTUR EKO WICAKSONO
[email protected]

Karena sebagian dari mereka, ada yang masuk dan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang jatuh pada tahun depan. Untuk itu mereka harus men­jaga stamina dan kondisi badan agar tidak drop setelah bulan ramadan nantinya.

Salah satu olahraga yang banyak menguras tenaga adalah Judo. Me­masuki bulan ramadan ini, cabor asuhan Pelatih Yudi Wahyudi tetap menjalani latihan seperti biasa.

“Mereka tetap berlatih di bulan puasa untuk menjaga stamina mere­ka agar tidak drop. Namun tidak di forsir untuk porsi latihannya di kurangi,” ungkap Yudi.

Untuk latihan sendiri yang bi­asanya sehari dua kali pagi dan sore, kali ini hanya satu kali menjelang buka saja. Selama puasa dilakukan lema kali dalam satu minggu.

Baca Juga :  Begal Kembali Beraksi di Bogor, Polisi Kejar Pelaku

“Hanya latihan tekhnik atas, lati­han beban, tekhnik main bawah, simu­lasi pertandingan, setiap harinya han­ya satu latihan tekhnik saja,” ujar dia.

Untuk bulan puasa ia berharap para atlet tetap menjaga pola ma­kannya saat berbuka dan sahur. Di­mana tetap memperhatikan dari segi nutrisi, protein dan lain-lainnya.

Senada diungkapkan oleh Koor­dinator Tehnik Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Bogor, Adi Mandala. Ia tegaskan, selama bulan ramadan ini anak asuhannya tetap melakukan latihan namun polanya pemanasan yang dilanjutkan dengan tehnik-tehnik ringan.

“Tidak mungkin juga kita forsir untuk porsi latihan. Soalnya kan mereka tengah berpuasa, nanti malah berdampak buruk bagi atlet,” akunya

Pasalnya, Pertina mematok tar­get maksimal di ajang Pekan Olah­raga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII/2018. Melanjutkan sukses Porda Jabar XII/2014 dimana Pertina Kota Bo­gor sukses menggondol medali emas.

Baca Juga :  Hantam Pohon di Depan Pabrik Air Mancur Karanganyar, Pria Asal Solo Meninggal Dunia

“Tinju itu membutuhkan kondisi fisik yang betul-betul prima. Sedan­gkan kalau atlet kita berikan libur dan tidak ada latihan selama sebu­lan penuh. Kondisi fisik atlet akan drop dan butuh waktu lama untuk mengembalikan kondisi mereka menjadi prima kembali,” katanya.

Sementara itu, atlet tinju peraih emas pada Porda Bekasi lalu, Acang Ismail, mengatakan latihan tetap di­jalankan tetapi porsi dan waktu di­kurangi tidak seperti biasanya.

“Satu minggu empat kali latihan, dengan rentan waktu satu jam, itu­pun kata dia sudah lumayan cape. Yang penting tidak sama sekali, ka­rena untuk menjaga stamina tubuh agar tidak drop,” pungkasnya. (*)