dassBOGOR TODAY – Kecelakaan tragis terjadi di jalur kereta api Commuter Bogor-Jakarta, tepatnya di Kelurahan di Kampung Pojok, RT06/02, Kelurahan Kedungbadak, Ke­camatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Dua bocah yang dik­etahui bernama, Awal(7) dan Jenal(8), tewas tertabrak kereta saat asik mengejar layangan putus.

Babinsa Kedung Badak, Serka Agung T, kedua ko­rban merupakan warga asli Kedungbadak. “Kawasan sini memang rawan kecelakaan, karena tidak ada palng pintu pembatas,” kata dia.

Jenal diketahui adalah murid SD Kebonpedes 1 Kota bogor. Eni Nuraeni(40), guru pengajar, membenar­kan jika Jenal adalah anak didiknya. “Anaknya baik Mas. Kasihan juga melihat nasibnya begini,” ucapnya, seseng­gukan.

Baca Juga :  Musyawarah Kecamatan PK KNPI Pamijahan Dibanjiri 77 Pendaftar

Seorang saksi Monik (31) mengatakan, kedua korban tertabrak KRL commuter line dari arah Bogor menuju Ja­karta saat menyebrang di lintasan.

“Saya lihat, mereka mau menyebrang, sudah melewati rel pertama mau yang kedua langsung ketabrak kereta dari arah Bogor ke Jakarta,” ujarnya.

Dia sempat berteriak kepada kedua bocah itu, tapi ko­rban tidak mendengar.”Sempat diteriaki ada kereta, kay­anya enggak ngedenger,” katanya.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Al-Alawiyah Dapat Bantuan Pemasangan Pipa Air dari Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

Sementara, warga lainya, Wahyu Iskandar (25) men­gatakan, sekitar lokasi kejadian memang sering terjadi warga yang tertabrak kereta.

“Tahun lalu, juga ada kejadian pas mau puasa. Disini memang rawan, karena tidak ada pagar pengaman. Be­lum lama tidak jauh dari sini ada bapak-bapak ketabrak kereta,” ujarnya.

Hingga berita ini dikorankan, rumah duka korban dibanjiri pelayat. Prosesi pemakaman kedua bocah itu akan dilakukan hari ini.

(Guntur/Rizky)