Panahan-Jatim-PON-Remaja-Yurike-Nina-Bonita.jpgJAKARTA, Today - Atlet panahan Indonesia mulai fokus berburu tiket ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Salah satunya den­gan mengikuti Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, 27 Juli- 2 Agustus mendatang.

Ada enam atlet dan dua pela­tih yang rencananya akan dikirim ke Kopenhagen. Mereka pun ditar­getkan bisa menang untuk menga­mankan tiket Olimpiade.

“Kami sudah mulai latihan lagi sejak pekan lalu untuk persiapan pra kualifikasi di Denmark,” kata Deny Trisyanto, pelatih nasional cabang panahan, saat dihubungi detikSport, Selasa (30/6/2015).

Atlet yang saat ini berlatih ma­sih berkomposisi sembilan orang: 3 atlet recurve putri, 3 atlet recurve putra, 1 atlet compound putri, dan 2 atlet compound putra. Sementara PP Perpani di ajang kualifikasi nanti hanya menurunkan nomor beregu recurve putra dan beregu putri.

“Kami masih terus melihat mana atlet yang terbaik makanya kami lebih banyak melakukan sim­ulasi dalam latihan dan peningka­tan mental,” ucapnya.

“Target kami tentu menang kalau ingin tiket Olimpiade benar-benar aman,” tambah Deny.

Senada, manajer pelatnas pa­nahan Adhi Purnomo mengatakan pihaknya akan melakukan proses seleksi yang lebih ketat.

Hal ini tak lepas dari anggaran yang digunakan untuk mengirim atlet cukup tinggi, yakni sekitar Rp 60 juta per orang. Di samping itu, Kejuaraan Dunia ini juga punya ni­lai tinggi karena berkaitan dengan tiket Olimpiade.

“Jadi sebenarnya setiap atlet ini punya peluang dan kami memang tetap akan membuka kompetisi ke­pada para atlet pelatnas. Siapa yang terbaik mereka yang akan kami bawa ke Kejurdun dan diproyeksi­kan ke Olimpiade,” kata Adhi.

Di SEA Games 2015 tim panahan Indonesia meraih dua medali emas di nomor mix team recurve dan women individual recurve.

Di Olimpiade 2012, satu-satunya pepanah Indonesia yang tampil adalah Ika Yuliana Rochmawati, dan dia terhenti di babak 16 besar.

(Imam/net)