BOGOR, Today – Target menjadi juara umum Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII/2018 perlu dibarengi dengan perbaikan sarana dan prasarana (sar­pras) yang sesuai dengan standar, juga perhatian terh­adap para atlet putra daerah.

Seperti yang terlihat pada Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) Kabupaten Bogor. tidak banyak yang mengetahui bahwa objek wisata Gunung Mas Puncak yang banyak menyedot minat wisatawan merupakan venue kaliber internasional untuk olahraga layang gantung.

Tidak banyak yang tahu juga bahwa venue tersebut telah menelurkan atlet-atlet kelas dunia. Sebut saja nama-nama seperti Dede Nisbah, Ujang Robby, Ayat Supriyat­na yang namanya telah ter­ukir di kancah internasional.

Baca Juga :  Aksi Manuever Atlet Penerjun Payung Cup 2022

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PLGI Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa dari tem­pat inilah, lahir bakat-bakat atlet yang kini diakui ketang­guhannya di dunia. “Sep­erti Dede Nisbah, atlet asli Kabupaten Bogor yang baru saja berhasil meraih prestasi dengan menempati urutan ketujuh dunia dari 45 atlet yang mengikuti event Para­gliding Academy World Cup (PGAWC) di Lithuania, be­berapa waktu lalu,” katanya.

Sayangnya, torehan prestasi yang diraih belum mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabu­paten Bogor. Atlet-atlet inilah yang seharusnya mendapat­kan apresiasi dari hasil yang mereka ukir. Tak tanggung-tanggung, mereka membawa nama Kabupaten Bogor hing­ga ke tingkat dunia.

Memang sebagian orang tidak mengetahui latar be­lakang atlet paralayang, dan gantole Kabupaten Bogor ini. Mereka lahir atas kemauan sendiri karena ada lahan yang bisa dijadikan sebuah prestasi. Nama Dede Nisbah, Ujang Robby, Ayat Supriyat­na merupakan atlet “kam­pung” yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Wawan sangat yakin para atletnya akan kembali men­gukir prestasi. Kini, bisa dibi­lang Kabupaten Bogor adalah penyumbang untuk atlet Jawa Barat, dan Indonesia. “Bisa dibilang kiblatnya para­layang, dan gantole berada di Kabupaten Bogor. Salah satu penopang prestasi tersebut adalah adanya tempat berla­tih. Bisa saja, atlet Kabupaten Bogor kembali mengukir prestasi di kejuaraan dunia karena sudah mengenal med­an lapangan,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)