Berita-3-(4)SURABAYA, Today – PT Ga­ram (Persero) akan member­lakukan sistem pembayaran nontunai untuk mencegah ke­bocoran anggaran serapan ga­ram petani pada musim panen tahun ini.

Direktur Utama PT Ga­ram, Usman Perdanakusuma menjelaskan strategi tersebut baru pertama kalinya ditera­pkan perusahaannya. Untuk itu, pihaknya telah menunjuk bank-bank BUMN yang men­guasai kantor cabang di sen­tra-sentra produksi garam di Madura.

“Nah, ini juga strategi baru dari kami. Mulai tahun ini, pe­nyerapan tidak akan menggu­nakan sistem tunai, tapi mela­lui invoice bagi petani yang langsung diambil di bank-bank BUMN yang bekerja sama den­gan kami,” katanya dilansir Bisnis.com, Selasa (7/7/2015).

Baca Juga :  Resep Membuat Hati Ayam Goreng Bumbu Ungkep

Dia mengungkapkan tahun-tahun sebelumnya sering terja­di kasus di mana garam-garam yang sudah kami reject PT Ga­ram, tidak lama kemudian bisa masuk lagi dan terbeli. Hal itu dipicu lemahnya pengawasan dan ada permainan baik dari pihak kami maupun pihak luar.

“Padahal, pemerintah su­dah melakukan sistem stoknas pada 1990-an, tapi gagal. Lalu, pakai resi gudang dan PMN un­tuk stoknas, juga gagal karena sistemnya tidak melibatkan stakeholders. Jadi, mulai seka­rang, SOP-nya akan disupervisi langsung oleh BPKP,” ujarnya.

Baca Juga :  Kurangi Angka Pengangguran, OPGI Gelar Pelatihan Menjahit di Sukamakmur

Sebagai langkah pencega­han lain, PT Garam juga akan melibatkan banyak pihak un­tuk mengawal musim produksi ini, baik kepolisian, surveior independen, SKPD KKP, hing­ga ulama PJNU. “Karena kami tidak mau sampai tidak tepat sasaran dan disalahgunakan oleh mafia-mafia di lapangan. Kami mau transparan,” pung­kasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)