101014-BOXING-Floyd-Mayweather-Jr-SS-PILOS ANGELES, Today - Organisasi Tinju Dunia (WBO) secara resmi mengumumkan telah mencabut gelar juara dua kelas welter yang disandang petinju Amerika, Floyd Mayweather Jr, setelah mengalahkan petinju Filipina, Manny Pacquiao, pada 2 Mei lalu.

Pihak WBO menyebut, pencabu­tan gelar juara dunia tersebut di­lakukan karena petinju berjulukan “Money” tersebut tidak membayar sanction fee sebesar 200.000 dollar AS.

Mayweather juga tidak memberi jaminan kepada pihak WBO bahwa ia akan melepas gelar juara dunia lain yang disandangnya.

“Komite Juara Dunia WBO tidak memiliki alternatif lain, kecuali un­tuk tidak lagi mengakui Floyd May­weather Jr sebagai juara dunia WBO kelas welter dan mengosongkan gelar juara dunia karena yang ber­sangkutan tidak mengikuti peraturan WBO,” demikian pernyataan resmi WBO yang dikeluarkan pada Senin (6/7/2015).

Selama ini, badan-badan tinju dunia yang ada memang mempunyai peraturan untuk tidak mengizinkan seorang petinju merangkap gelar juara dunia di beberapa kelas.

Badan tinju dunia lainnya, sep­erti Asosiasi Tinju Dunia (WBA) dan Komisi Tinju Dunia (WBC), memberi­kan pengecualian buat Mayweather. Namun, pihak WBO menolak.

Selama ini, pihak WBO telah mem­beri waktu 10 hari buat si petinju un­tuk menentukan pilihan gelar juara dunia yang disandangnya. Namun, untuk Mayweather, mereka telah memberi waktu hingga dua bulan.

Tak lama setelah mengalahkan Pacquiao, Mayweather sebenarnya sempat berucap kalau dia akan me­lepas sabuk juara dunia yang lebih dulu dia miliki. Namun sampai teng­gat waktu yang ditetapkan WBO pada 4 Juli lalu, Mayweather belum juga melakukannya.

“Saya tidak tahu apakah melaku­kannya di hari Senin atau mungkin dalam beberapa pekan ke depan. Saya berbicara dengan tim saya untuk melihat apa yang haru kami lakukan. Petinju lain butuh kesempatan (untuk memenangi gelar juara dunia). Beri­kan kesempatan pata petinju lain. Aku bukan orang yang serakah. Aku juara dunia di dua kelas berbeda. Ini waktunya membiarkan petinju lain memperebutkan sabuk juara itu,” sa­hut Mayweather ketika itu.

Mayweather juga alpa membayar ‘sanctioning fee’ (uang yang harus dibayarkan petinju pada organisasi tinju yang menggelar laga mereka) sebesar US$ 200.000 pada WBO. Pa­dahal dari pertarungannya dengan Pacman dia mengantongi lebih dari US$ 220 juta.

Timothy Bradley (Amerika Seri­kat) menjadi pengganti Mayweather sebagai pemilik gelar juara kelas wel­ter, meski idealnya juara baru diten­tukan di atas ring di mana sang juara tampil untuk mempertahankan gelar­nya. Namun pencabutan gelar oleh WBO membuat skenario itu tidak bakal dilakukan.

WBA dan WBC sebenarnya juga punya aturan yang sama soal kepe­milikan gelar juara dunia di dua ke­las berbeda. Namun dua badan tinju tersebut memilih untuk melanggar aturannya sendiri dan membiarkan Mayweather tetap memiliki titel-titel­nya, sampai akhirnya WBO mengam­bil tindakan tegas ini.

Menanggapi hal tersebut, CEO Promosi Mayweather, Leonard Eller­be, mengaku pihaknya amat kecewa dengan WBO. Dia pun menuturkan kalau petinju yang belum terkalah­kan dalam kariernya tersebut bakal segera mengambil tindakan.

“Ini benar-benar penghinaan. Floyd akan memutuskan tindakan apa yang akan dia ambil. Tapi, hal ini sama sekali tak mempengaruhinya,” ucap Ellerbe,

Floyd Mayweather memiliki res­pek penuh kepada setiap organisasi, mengingat dia sudah menjalani 19 tahun kariernya. “Tapi, dia tak mau didikte oleh organisasi atau siapapun, karena ini adalah soal bagaimana dia mengambil keputusan,” sambungnya.

Selain itu, pihak Mayweather pun siap jika nantinya permasalahan ber­lanjut ke jalur hukum. “Kami memi­liki pengacara terbaik, John Hornwe dan kami sepenuhnya sadar akan hak kami. Floyd akan memutuskan apa yang ingin dia lakukan,” ucap Eller­be.

(Imam/net)