sujud_berdoa_3MALAM Lailatul Qadar merupakan malam yang paling dinanti saat bulan Ramadan, tepatnya di sepuluh hari terakhir bulan puasa. Banyak keutamaan yang didapat jika umat muslim melalui malam Lailatul Qadar ini.

GUNTUR EKO WICAKSONO
[email protected]

Namun, malam yang dikenal dengan sebu­tan seribu bulan tidak ada yang tahu pasti mengenai kapan da­tangnya, tetapi Nabi Muhammad SAW memberi sebagian panduan tentang datangnya malam penuh kemuliaan di bulan yang mulia ini.

Banyak makna dan kegiatan yang bisa dilakukan oleh seseorang untuk melewatinya, yakni dengan perbanyak ibadah, beramal baik, dan berdoa

Baca Juga :  12 Minuman yang Bisa Membantu Membakar Lemak Perut

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Ah­mad Mukri Aji, mengatakan ban­yak tanda-tanda mengenai mun­culnya malam Lailatul Qadar.

“Banyak tanda-tanda malam Lailatul Qadar yakni udara terasa sejuk, tenang, matahari sangat ce­rah tidak panas, terang, tidak ada hujan dan angin, serta tidak nam­pak bintang,” ujarnya.

Selain itu kata dia, umat Islam juga harus memandang langit pagi. Jika matahari terbit sangat cerah tetapi tidak panas, maka itu tan­da-tanda mukjizat Lailatul Qadar telah datang.

Lebih lanjut ia mengatakan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil selama bulan ramadan.

Baca Juga :  Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Pasaman Barat, BMKG Sebut Segmen Talamau

“Biasanya pada malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29 dari bulan Rama­dan akan turun diantaranya satu malam adalah malam Lailatul Qa­dar, untuk itu perbanyaklah iba­dah,” ungkap Mukri

Menurutnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IP­TEK) yang berhubungan dengan manusia adalah salah satu nilai tambah dari malam Lailatul Qadar.

“Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an, malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh dengan keberkahan dan di­catatnya takdir tahunan serta dosa setiap orang akan dihapuskan,” pungkasnya. (*)