Berita-2-(1)BOGOR, Today – Gabungan Bridge Selu­ruh Indonesia (GABSI) Kota Bogor bakal mempunyai gawe besar dua tahun men­datang. Pasalnya, PABSI Kota Bogor bakal didapuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge.

Sekretaris Umum GABSI Kota Bogor, Nursamsi mengatakan bahwa pemilihan tersebut berkaca dari rentetan prestasi yang ditorehkan PABSI Kota Bogor, pada Kejurnas Bridge dua tahun mendatang Kota Bogor didapuk menjadi tuan rumah. “Ini suatu kehormatan dan ta­waran yang menarik. Tapi kami lebih da­hulu akan berkonsultasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terlebih dahulu,” katanya.

Kontingen Bridge Kota Bogor berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge antar kota ke-53 yang digelar di Kota Ban­da Aceh, Sabtu-Minggu (9-16/5/2015). Tim Kota Bogor berhasil menjadi jawara di kelas A atau Divisi Utama usai menun­dukkan tim Kota Jakarta Pusat dan Tim Kota Bandung di dua sesi akhir.

BACA JUGA :  Sejarah Lagi, Timnas Indonesia Lolos ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sekretaris Umum (Sekum) Gabun­gan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Bogor, Nursamsi mengatakan bahwa prestasi GABSI Kota Bogor men­galami penurunan bila dibandingkan dengan dua tahun lalu pada Kejurnas Bridge yang digelar di Pontianak. Saat itu Kota Bogor berhasil menduduki pering­kat dua.

“Dua tahun lalu kami berhasil meny­odok hingga ke babak final dan berhasil meraih peringkat kedua. Namun karena persiapan di tahun ini yang terbilang minim, maka kami gagal melaju ke babak final,” katanya kepada BOGOR TODAY, Kamis (14/5/2015).

Tim Bridge Kota Bogor menurunkan lima orang atlet dari enam atlet yang se­harusnya diterjunkan. Kelima orang itu antara lain Nursamsi, Dadan Waradia, Aria Nagasatra, Herry Gere serta Kapten tim Uke Saminjaya.

Dikatakannya, Tim Kota Bogor gagal melaju ke babak final karena pada babak awal kalah dari Kota Manado dan Kota Pontianak. Dalam kejuaraan tersebut Kota Surabaya berhasil menjadi kampiun usai menyingkirkan Kota Jakarta Pusat di babak final. Serta juara ketiga ditempati oleh Kota Manado.

BACA JUGA :  Jadwal Timnas Indonesia vs Filipina dan Prediksi Susunan Pemain

“Kita baru saja selesai menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Mus­dalub), sehingga persiapan secara tek­nis dan non teknis sedikit terkendala. Kepengurusan GABSI Kota Bogor terlam­bat melakukan pembentukan tim, jadi hasilnya tidak bisa optimal,” jelasnya.

Kejuaraan Klas A diikuti oleh 13 tim elite Nasional, seperti Kota Manado, Kota Minahasa, Kota Jakarta Pusat, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Sura­baya, Kota Bogor dan masih banyak kota lainnya yang turut berpartisipasi.

Pada sesi awal hasil pertandingan Tim Kota Bogor berada di papan tengah sehingga berat untuk masuk empat be­sar pada hari pertama. Walaupun men­galahkan semifinalis dua tahun lalu, yak­ni Kota Minahasa, akan tetapi Tim Kota Bogor harus mengakui keunggulan tim Kota Manado di pertandingan setelahn­ya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)

======================================
======================================
======================================