Untitled-7BOGOR, TODAY – Kawasan pemuki­man Pemerintahan Kabupaten Bogor tidak lagi asri. Pasalnya, saat ini sudah berubah fungsi menjadi lokasi tempat pembuangan sampah dan itu berada di samping Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Pantauan Bogor Today, sampah menggunung dan merusak peman­dangan karena tidak diangkut lagi ke TPA. Sampah disana dibakar yang kerap dikeluhkan warga sekitar akibat asap dari sampah plastik yang terba­kar hingga menimbulkan aroma tidak sedap.

“Saya setiap hari lewat sini. Kalau pas lewat itu sampah sedang dibakar, aduh pedih. Bau plastik gitu. Lama-lama yan bisa bahaya juga buah kes­ehatan kalau sering menghirup asap sampah plastik,” ujar Kadir (32) warga Kampung Bantenan.

Kepala UPT Kebersihan Cibinong, Usep Supriatna mengiyakan jika tum­pukan sampah disana berasal dari wilayah pusat pemerintahan Kabu­paten Bogor yang langsung berada dibawah Bidang Kebersihan pada DKP.

“Kalau UPT mah tidak buang disi­tu. Kami buangnya langsung ke TPA Galuga pake truk. Nah yang di Tegar Beriman itu mah sampah dari sekita­ran Jalan Tegar Beriman. Ini kan ada kesatuan di bawah bidang. Dan Bi­dang Kebersihan DKP juga kan punya motor yang pakai los bak itu nah itu mereka yang buang kesitu,” kilahnya, Minggu (26/7/2015).

Baca Juga :  65 Pelajar Asal Jakarta Bersajam Diamankan Polisi di Bogor 

Usep juga mengatakan jika hal ini langsung dirapatkan bersama Bidang Kebersihan DKP untuk mencari jalan keluar untuk penampungan sampah di pusat pemerintahan itu.

“Besok (Senin 27/7/2015) dengan Kabid Kebersihan kita rapatkan untuk mencari solusinya,” lanjut Usep.

Ia melanjutkan, UPT Cibinong mengurusi tujuh kecamatan yakni, Gunung Putri, Citeureup, Cibinong, Tajurhalang, Babakanmadang, Su­karaja dan Bojonggede selalu mem­buang sampah di TPA Galuga meski kerapa terjadi keterlambatan. “Keter­lambatan ada sesekali. Tapi pasti kami angkut kok,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Eghi Gunadhi sangat menyayangkan ada pembuan­gan sampah di wilayah pusat pemerin­tahan. Terlebih tumpukan sampah itu sangat dekat lokasinya dengan kantor dinas yang mengurusi masalah sam­pah.

“Ya gimana itu yang didepan mata saja tidak diurusi. Secara kasat mata, mana enak sih melihat tumpukan sampah. Apalagi ini ada ditengah kota. Katanya mau jadi kabupaten termaju di Indonesia. Tapi masalah yang dekat saja tidak bisa diatasi,” tukas Eghi.

Baca Juga :  Tanam Ganja Karena Kesepian, Dua Pria di Bogor Berujung 5 Tahun Penjara

Ia pun mendesak DKP untuk tidak lagi membuang sampah disaana, kare­na tidak baik juga untuk kesehatan warga sekitar karena sampah yang kerap dibakar dan mau tidak mau terhirup oleh warga yang beraktivitas disekitar lokasi.

“Sampahnya itu sudah sumber penyakit. Apalagi kalau dibakar. Bisa tambah bahaya dan jadi dobel ma­salahnya. Pokoknya DKP tidak boleh lagi membuang sampah disitu,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan telah memer­intahkan untuk segera membenahi tumpukan sampah disana dan tidak ada lagi yang membuang sampah dilo­kasi itu.

“Saya sudah perintahkan DKP un­tuk segera mengangkut semua sam­pah yang dibuang disitu atau segera menimbunnya dengan tanah,” ujar Adang.

Selain itu, ia pun meminta DKP untuk menyiapkan truk sampah di sepanjang jalan Tegar Beriman untuk kemudian diangkut ke tempat yang semestinya.

“Tidak boleh lagi dibuang disitu. Makanya harus disiapkan truk-truk sampah untuk menampung sampah di sepanjang Jalan Tegar Beriman dan kemudian dibawa ke TPA,” pungkas­nya.

(Rishad Noviansyah)