Untitled-14BOGOR, TODAY — Hujan de­ras yang turun dua hari lalu, ternyata belum mengakhiri krisis air bersih di Kota Bogor. Kota berpenduduk satu juta jiwa lebih ini, diperkirakan masih akan dilanda kekeringan akibat kemarau yang ekstrem.

Hampir di seluruh keca­matan Kota Bogor memiliki titik rawan bencana kekeringan air bersih. Yang paling parah ter­jadi di tiga kelurahan yakni Ke­lurahan Mulyaharja, Kecamatan

 Bogor Selatan, Kelurahan Bubulak Ke­camatan Bogor Barat, dan Kelurahan Ci­mahpar Kecamatan Bogor Utara. Sumur warga yang menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan memasak dan mandi, telah cukup lama mengalami kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana kekeringan ini, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sangat aktif menggelontor­kan air bersih. Dalam sepekan ini saja telah menyalurkan 250.000 liter air bersih kepada warga Kota Bogor yang terdampak kekeringan.

Air bersih dari PDAM Tirta pakuan itu dipasok ke tiga kelurahan yang pal­ing parah terkena imbas kemarau, yak­ni Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Bubulak Kecamatan Barat, dan Cimahpar Keca­matan Bogor Utara.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi men­gatakan, penyaluran air bersih ini dilaku­kan atas instruksi Walikota Bogor Bima Arya. Sebelumnya, Pemkot Bogor memer­intahkan PDAM Tirta Pakuan menyalur­kan 9.000 liter air bersih perhari ke sejum­lah titik yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Bogor 2022 Disoal, DPK Apindo Bakal Layangkan Surat

“Jika dikalkulasikan, sejak Selasa (21/7/2015) hingga hari ini (kemarin), kita sudah pasok 250 ribu liter air ber­sih ke tiga titik di Kota Bogor, yakni Mulyaharja, Bubulak, dan Cimahpar. Setiap hari kita kirim 9.000 liter air ber­sih ke tiga tempat itu,” kata Untung di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2015).

Sejak Selasa (21/7/2015), PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mendirikan empat tangki portable yang sifatnya menetap di sejumlah titik. Diantaranya di RW 4 dan RW 11 Kelurahan Mulyaharja, RW 1 dan RW 8 Kelurahan Cimahpar, dan satu untuk tangki mobile di dekat Kan­tor Kelurahan Bubulak.

Untung menjelaskan, tangki porta­ble ini sangat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih, terutama pada musim kemarau. “Kele­bihannya bisa stay dan diisi ulang. Cara isi ulangnya ada dua cara, Pertama, bisa dikoneksikan dengan jaringan pipa terdekat, atau air diisi dengan mobil tangki yang lain melalui selang khu­sus,” urai Untung

Baca Juga :  Tips Mengemudi Ketika Hujan dan Angin Kencang Melanda

Untung menegaskan, pengiriman air bersih ke tiga kelurahan itu tak di­pungut biaya sedikitpun. Ini meru­pakan bentuk kepedulian PDAM Tirta Pakuan dan Pemkot Bogor bagi warga Kota Bogor yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan.

“Kami akan kirim bantuan air ber­sih itu sepanjang masih diperlukan, karena idle capacity air kita 159 liter perdetik. Insya Allah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang ke­sulitan air bersih. Tapi kami berharap kemarau ini segera berakhir,” papar Untung.

PDAM Tirta Pakuan pun berencana mengembangkan jaringan pipa di be­berapa wilayah di Kota Bogor. Langkah ini dilakukan untuk menambah jumlah pelanggan baru. “Kalau semua warga Kota Bogor sudah bisa menjadi pelang­gan PDAM, kami yakin mereka tak akan kesulitan lagi mendapatkan air bersih,” urai Untung.

Untung mengimbau warga Kota Bo­gor lebih berhemat dalam penggunaan air. “Kami pun berpesan agar warga Kota Bogor segera menjadi pelanggan PDAM,” ujar Untung.

(Kozer)