Untitled-13DEWI PELANGI, mengemas karya perdananya dengan percikan-percikan yang bergelombang dengan sedikit ben­turan dan membuka mata hati pembaca agar bangkit dariket­erpurukan. Jalinan cerita yang di keten­gahkan cukup lugas, mengelitik dan penuh intrik. Menyingkir­kan ketidakberman­faatan, mengasah ke­mampuan diri dalam menanam kebajikan, memberikan motivasi tuk berbuat lebih baik serta tak lelah dalam menuntut ilmu pun berkarya nyata. Layak dibaca oleh wanita manapun dibelahan penjuru dunia dan oleh kaum lelaki yang menghargai makna cinta….

Membuat anda larut dan hanyut dalam kisah yang mengekspresikan cinta dan pengorbanannya. Menginspirasi…, memberikan semangah ghiroh un­tuk lebih belajar mengenal Allah, dan mahluknya dalam kata cinta…nan Mahabah kepada Rabb dan hambanya…

Baca Juga :  Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Pastikan Air Baku Operasional IPA 50 Liter per Detik

Kisah yang diilhami dari hikmah dan kisah nyata, kecintaannya kepada Alloh dan Rasulnya tidak dapat membeli kecintaannya pada mahluk. Maligai perni­kahan yang dibentuk tidak dapat terus berlanjut… sebab dahsyatnya gelombang yang menerjang, de­rasnya butiran air mata yang mengalir serta gemu­ruhnya perasaan yang berkecamuk…mengharu biru dan menjingga. Menguliti, mengikis dan merapuh­kan ketegarannya. Berusaha berjuang namun akh­irnya patah, porakporanda, dan hancur berdentum menjadi kepingan kepingan yang tak terelakkan.

Baca Juga :  Jangan Dianggap Sepele 8 Gejala Flu Saat Musim Penghujan

Kesabaran yang dibalut dalam untaian doa dan gigihnya ikhtiar akan sebuah makna cinta yang tak berujung. Menghadirkan rasa yang telah hilang kem­bali merambat hadir…meleleh…dan membuatnya lumer…. Sejuta harapan dan penantian kembali meng­hampiri…, membuatnya tak mampu menyembunyi­kan binar-binar cinta yang membuncah memenuhi relung-relung jiwa yang terus menyesakkan dada…. Akankah ia bertemu seorang Ikhwan yang akan mem­bawanya ke istana hati berhiaskan taman taqwa?