teras-(2)Ramadan bagi Nurhayanti merupakan sarana untuk melatih keimanan dan keikhlasan guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Oleh : Rishad Noviansyah
[email protected]

Meski mengemban ama­nah sebagai Bupati tidak membuat nenek dua cucu ini meng­abaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Terlebih kini ia sudah tidak lagi memiliki halangan dalam menunaikan puasa diusianya yang telah menginjak 60 tahun.

Bagamana sih cara Nurhayanti dalam memberikan perhatian antara keluarga dengan masyarakat Bumi Tegar Beriman?

  1. Bagaimana Anda memaknai pua­sa?

Jawab : Selain melatih kesabaran, keikhlasan untuk meningkatkan ket­akwaan kepada Allah SWT, di bulan ini juga banyak pelajaran yang bisa diambil terlebih ini kan bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan.

Baca Juga :  Tinjau Proyek Alun-alun Kota Bogor, Kang Emil Sebut Sebagai Ruang Demokrasi

Jadi inilah waktu yang sangat baik dan harus dimanfaatkan untuk lebih bermuhasabah kepada Allah SWT.

  1. Apa pelajaran paling berharga yang Anda dapatkan dari puasa?

Jawab : Saya bisa melakukan intros­peksi diri sehingga selalu mengingatkan saya jika masih banyak orang kurang beruntung.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor Akan Sambut Kedatangan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Pada HPN 2022

Saya jadi bisa merasakan bagaima­na rasanya orang yang tidak makan, kehausan dan menahan amarah. Pal­ing penting, umat Islam ini berun­tung diberikan satu bulan dalam se­tahun untuk mengevaluasi diri. Yaitu saat bulan ramadan saat dimana Al-Qur’an.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua