11427294_1442692649383712_1845372473_nCamilan makaroni kini sedang naik daun. Di tengah booming makaroni, beberapa pelaku bisnis makaroni sukses menggaet banyak reseller untuk memasarkan produknya. Salah satunya adalah Christopher So yang mengusung brand Macaroni Factory di Jakarta. Christopher mulai merintis bisnis makaroni sekitar tahun 2011.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Christopher mengaku tertarik ber­bisnis makaroni karena potensi pasarnya menjanjikan. “Tapi se­jak awal saya ingin menciptakan produk yang berbeda dan men­arik,” katanya seperti dikutip Kontan.

Macaroni Factor y kini tersedia dalam tujuh varian rasa. Yakni spicy, spicy cheese, cheese, barbeque, sweetcorn, salty, dan roasted chicken. Selain ma­karoni, ia juga men­jual potato stick dengan lima varian, yakni spicy, spic y cheese, chee se, sea­weed, dan salty.

Christopher men­gaku, bisa meng­habiskan bahan baku hingga 8 ton untuk mem­produksi 15.000-18.000 bungkus makaroni per bulan. Dengan harga jual Rp 15.000 per bungkus, ia bisa mengantongi omzet Rp 100 juta per bulan.

Tingginya penjualan Macaroni Factory ini tak lepas dari peran para reseller dan agen yang turut memban­tu memasarkan produknya. Sampai saat ini, terhitung sudah ada 60-70 re seller dan 10-15 agen Macaroni Fac­tory di seluruh Indonesia.

Bahkan, lewat reseller dan agen tersebut, penjualan Macaroni Factory sudah merambah luar negeri, seperti Sydney, Perth, Taiwan, New York, Singapura, dan Malaysia.

Sejak awal merintis usaha, Christpoher memang gencar meng gaet reseller dari berbagai daerah. Ada

banyak cara yang diterapkannya dalam menggaet reseller. Antara lain ada bonus atau hadiah smart­phone bagi reseller dan agen yang mampu mencapai penjualan 1.500 bungkus per bulan.

Vicky Arif Setiawan, pengusaha makaroni merek Mamade juga sukses menggaet banyak reseller dalam memasarkan produknya. Mendirikan bisni s makaroni tahun 2004 di Jakarta, saat ini Mamade sudah memi­liki 500 reseller dan 22 agen yang di seluruh Indone­sia. “Ada juga agen kami di Australia,” kata Vicky.

Syarat menjadi reseller harus order minimal 25 bungkus per bulan. Sementara untuk agen minimal 500 bungkus per bulan. Reseller atau agen mendapat harga lebih murah. Khusus agen juga mendapat order langsung dar i pembeli yang melakukan pemesanan ke website Mamade Makaroni.

Ada pun harga jual Mamade Makaroni dibanderol mulai Rp 10.000 dengan berat 95 gram per bungkus. Sementara kemasan dengan berat 195 gram dihargai Rp 18.000 per bungkus. Makaroni ini tersedia dalam berbagai pilihan rasa, antara lain balado, original, ayam bawang, oriental, kari ayam, jagung bakar, keju dan bebek asap.

Vicky mengaku, setiap bulan menghabi skan seki­tar 2 ton bahan baku. Ada pun omzetnya mencapai antara Rp 200 juta-Rp 250 juta per bulan. (*)