093286400_1418629570-Basuki-Hadimulyono-1-20141215-JohanJAKARTA, TODAY — Kemarau panjang dan benana kekeringan yang melanja sentra-sentra pertanian di Indonesia, telah memberi pelajaran pent­ing bagi pemerintah. Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil sejumlah langkah sebagai antisipasi hancurnya sektor pertanian.

Untuk jangka pendek, Ke­menterian PU telah melakukan pembagian pompa air. Jangka menegah akan ada percepatan pembangunan proyek 13 waduk. “Kita juga melakukan peman­tauan secara intensif terhadap ketersediaan air di waduk,” kata Menteri PU dan Perumahan Raky­at Basuki Hadimuljono Minggu (2/8/2015)

Langkah antisipasi lain, kata Basuki, Kementerian PUPR melakukan penyuluhan kepada petani yaitu penyuluhan ten­tang penghematan air. “Kita menjelaskan bagaimana me­manfaatkan air secara efesien dan efektif melalui Gerakan Hemat Air dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup,” jelas Basuki.

Baca Juga :  Gegara Tak Pakai Jilbab, Mahasiswi Dianiaya Pacar

Selain langkah antisipasi, Kementerian PUPR juga mem­buat langkah yang sifatnya jang­ka pendek, yaitu penangggulan­gan kekeringan, dengan cara menyediakan pompa air, suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum di daerah krisis air, juga membuat sumur-sumur dalam yang dilengkapi dengan pompa. “Itu langkah jangka pendek. Untuk jangka menengah PUPR melakukan percepatan pembangunan 13 bendungan yang tersebar di 10 provinsi di tahun 2015 ini,” kata Basuki.

Sebelumnya sudah ada penandatanganan kontrak kon­struksi 4 bendungan yang ma­suk dalam 13 bendungan priori­tas yang akan dibangun tahun ini. Yaitu Bendung Aseloreng (Sulawesi Selatan), Tanju (NTB), Mila (NTB), dan Karian (Banten).

Proyek bendungan yang telah ditandatangi kontrak konstruk­sinya, dalam 3 tahun ditargetkan proyek bendungan selesai. Na­mun dengan adanya percepatan ini bisa lebih cepat selesai.

Baca Juga :  Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa 6.4 Magnitudo Guncang Kabupaten Garut

Caranya dengan mewajib­kan kontraktor kerja 2 shift se­tiap hari selama 7 hari dalam seminggu. Misalnya Bendun­gan Raknamo di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan tuntas 2 tahun lebih cepat dari 2019 menjadi 2017.

Pemerintah sebelumnya telah menandatangani 5 proyek bendungan yaitu bendungan Raknamo (NTT), Pidekso (Jawa Tengah), Logung (Jawa Ten­gah), Keureuto (Aceh Utara) dan Lolak (Sulawesi Utara).

Dengan tambahan 4 bend­ungan ini artinya sudah 9 proyek bendungan siap diban­gun tahun ini. Empat bendun­gan sisanya akan memasuki penandatanganan kontrak se­lambat-lambatnya pada Sep­tember tahun ini. Itu ada Tapin (Kalimantan Selatan), Ratiklod (NTT), dan Telagawaja (Bali) dan Bintang Bano (NTB).

(Alfian M)