JAKARTA, Today – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memproyeksikan penyalu­ran kredit perbankan hingga akhir tahun ini tumbuh sebe­sar 11 persen hingga 12 persen. Proyeksi tersebut di bawah perkiraan Bank Indonesia terkait target kredit industri perbankan sebesar 13 persen hingga 14 persen.

“Saya kira kredit di bawah itu hanya 11 persen – 12 persen. Kami fokus untuk menekan ra­sio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Percu­ma kalau kreditnya tinggi tapi NPLnya juga tinggi,” ujar Direk­tur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo, belum lama ini.

Hingga semester I/2015, out­standing penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk mencapai Rp503,6 triliun. Outstanding kredit tersebut mengalami pertumbuhan 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp459,13 triliun.

Baca Juga :  Tidak Sesuai Izin, Bangunan di Kawasan Pasar Anyar Dibongkar

Penyaluran kredit ini men­galami perlambatan bila dibandingkan outstanding kredit pada 2014 yang mengala­mi pertumbuhan sebesar 17,19 persen dari semester I/2013 yang senilai Rp391,77 triliun menjadi Rp459,13 triliun di se­mester I/2014.

Dalam enam bulan pertama, total outstanding penyaluran kredit bank berkode emiten BBRI ini baru bertumbuh 2,69 persen dari total penyaluran kredit sepanjang 2014 yang mencapai Rp490,41 triliun.

Untuk NPL BRI pada semester I/2015 tercatat sebesar 2,33 pers­en, meningkat signifikan diband­ingkan dengan periode yang sama tahun lalu 1,69 persen.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Tbk) mem­perkirakan penyaluran kredit perseroan pada tahun ini men­capai 12 persen hingga 14 persen. “Target kredit awalnya tumbuh 15 persen hingga 17 persen tetapi kami revisi hing­ga akhir tahun diperkirakan 12 persen hingga 14 persen pertumbuhan kreditnya,” ujar Direktur Utama Bank BNI Ach­mad Baiquni

Baca Juga :  Kecelakaan Lalu Lintas, Mahasiswi di Medan Tewas, Diduga Sedang Mengejar Jambret

Hingga semester I/2015, total outstanding penyaluran kredit PT Bank Negara In­donesia (BNI) Tbk mencapai Rp288,7 triliun. Outstanding penyaluran kredit tersebut mengalami pertumbuhan sebe­sar 12,1 persen dari periode yang sama tahun 2014 yang se­nilai Rp257,53 triliun.

Penyaluran kredit pada semester I/2015 yang senilai Rp288,7 triliun tersebut naik tipis sebesar 3,99 persen (y-t-d) dari akhir tahun lalu senilai Rp277,62 triliun. Baiquni opti­mistis pertumbuhan kredit di se­mester II/2015 ini akan membaik karena didorong pembangunan infrastruktur oleh pemerintah di sejumlah wilayah. (BIS)