btm-(2)BOGOR TODAY – Komitmen yang dibuat manajemen Bogor Trade Mal (BTM) dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor untuk bergerak cepat melakukan pem­benahan sistem IPAL, ternyata tidak dilakukan secara cepat. Dampaknya, bau busuk yang tercium semakin pekat di pintu masuk parkiran mal dan hal ini masih saja menunggu hasil Lab yang belum keluar.

Ditanya soal lambannya langkah pihak manajemen, Kepala BPLH Kota Bogor, Lilis Sukartini, mengatakan pi­haknya akan memberi tahu jika akan melakukan sidak kembali, dirinya ma­sih menunggu hasil labnya. “Iya, nanti saya kasih tau kalau akan ke TKP, kalau sudah ada laporan hasil lab limbah cair BTM nya,” bebernya.

Disinggung status hasil uji lab, Li­lis menjelaskan pihaknya mengecek di labolatorium yang terakreditasi. “Ten­ang saja, yang mengerjakan bukan laboratorium biasa tapi sudah terakre­ditasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lilis juga menam­bahkan pihaknya memberikan adjust­ment kepada pihak BTM yang sifatnya pembinaan. “Kami meminta mereka membuat penampungan, optimalisasi pengolahan limbah cair, serta laporan uji labolatoriumnya dan koordinasi pengangkutan sampah secara periodik biar tidak bau,” tutur dia.

Baca Juga :  Pembangunan GOR Mini di Kota Bogor Terus Dikebut

Lilis meminta awak media ber­sabar untuk kemajuan tindak lanjut yang sedang dikerjakan pihak manaje­men BTM. “Sabar kan namanya juga perbaikan harus dikerjakan nanti baru kita cek ulang apa baunya dari licit atau sampah dan nanti kita cek juga upaya-upaya apa saja yang sudah dilakukan oleh pihak BTM dan BPLH akan terus membina,” kata Lilis.

Terpisah, Manager Marketing dan Komunikasi Mal BTM, Sharon Vebrilla, membantah. Ia menganggap persoalan ini sudah selesai.

Sharon mengatakan, pihaknya sudah memperbaiki saluran Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “kalau soal kerusakan dan perbaikan sudah selesai,” begitu, kilahnya.

Disinggung soal bau busuk yang masih tercium disekitar mal BTM, Sharon mengatakan, sudah selesai semuanya mas dan tidak ada bau yang tercium lagi. “Sudah engga ada bau kok mas, dan kan juga lagi progres penger­jaan juga,” begitu kata dia.

Baca Juga :  Ambruknya Ruang Kelas SDN Bantarhati 9, DPRD Petakan Potensi Kerawanan Bencana Sekolah

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Mulyadi, mengatakan dirinya menyesali tidak adanya re­spon cepat dari pihak manajemen BTM tentang bau busuk yang masih tercium dan menjadikan sarang pe­nyakit. “BPLH jangan seakan-akan membekingi kesalahan ini. Seharus­nya pihak manajemen berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Perta­manan (DKP) dan juga Dinas Kesehat­an,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politikus Partai De­mokrat itu menambahkan bau busuk itu harus di cek dari mana asalnya kare­na dapat menyebabkan penyakit bagi masyarakat sekitar. “Kalau dari sampah ya, tempat pembuangan sampahnya di tutup saja dan dibangun ditempat lain, karena itu bisa menjadi sarang penyakit untuk masyarakat terutama untuk pen­gunjung yang datang,” bebernya.

Mantan advokat itu juga menam­bahkan pihaknya memberikan solusi tengah untuk masalah bau busuk yang menjadi masalah mal BTM saat ini. “Coba kordinasikan dengan DKP untuk pengangkutan sampah nya apakah bisa dipercepat sehingga tidak menimbul­kan bau,” pungkasnya.

(Guntur Eko Wicaksono|Yuska)