solihin'KUTBAH PERTAMA

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Marilah kita bersyu­kur kepada Allah seraya berupaya meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya, yakni berusaha menjalankan per­intahNya dan berusaha pula untuk menjauhkan diri dari semua la­rangan-laranagan-Nya. Juga takwa yang dapat membangkitkan se­mangat, dalam menjaga nilai mor­al anak-anak kita generasi muda, ditengah kerisis moral yang melan­da bangsa kita diera glabalisasi dan informasi sekarang ini,

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Adab, etika atau moral meru­pakan sisi penting dalam kehidu­pan, bahkan merupakan faktor penentu mulia atau hinanya kita diahadapan Allah maupun diha­dapa manusia. Begitu pentingnya yang namanya moral, Sampai-sampai Rasulullah SAW pun diutus dimuka bumi ini untuk menyem­purnakannya. Sebagaimana dite­gaskan dalam sabdanya :

Artinya: Sesungguhnya aku diu­tus dimuka bumi ini untuk menyem­purnakan moral akhlaq yang mulia ( Al-Hadist)

Namun adab atau moral itu ti­dak akan terbentuk secara alamiah dalam setiap individu, tetapi harus melalui peroses pembiasaan dan pendidikan serta perhatian yang baik secara terus menerus.

Untuk itu, kita sebagai ummat islam, sebagai orang tua yang peduli tentang masalah ini, harus memiliki perhatian khusus mengenai ma­salah moral, kita ummat islam ha­rus segera menyadari untuk sedikit bangkit dari keterpurukan moral yang melanda anak-anak gererasi muda kita, ditengah kerisis moral yang terjadi dizaman sekarang.

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Selanjutnya, apasaja yang harus kita lakukan untuk sedikit meredam atau menjaga anak-anak kita dari keterpurukan moral diza­man sekarang ini, Perhatian ma­salah moral, bisa kita fokuskan pada sedikitnya dua titik yang sangat mendasar. Pertama, Pendi­dikan Agama, pendidikan agama yang baik adalah merupakan hal yang sangat pundamen bagi ter­bentuknya karakter dan kepriba­dian moral anak-anak kita, karena dengan ilmu agama yang mantap, nantinya dapat diharapkan seb­agai penyaring dan pengerem arus budaya dan informasi yang begitu pesat yang terjadi sekarang ini dan dimasa-masa yang akan datang.

Walau kita sadari secara ju­jur, sebagai orang tua, kita sudah mulai merasakan betapa sulitnya menanamkan nilai agama pada generasi kita pada saat sekarang ini, bahkan kadang-kadang kita ke­walahan dalam mengarahkan mer­eka untuk menuntut ilmu agama atau bersekolah dimadrasah yang notabene mempelajari ilmu aga­ma, walaupun sarana pendidikan tersebut dekat dari jangkaun kita, mereka anak-anak kita sudah mu­lai tidak tertarik mempelajari ilmu-ilmu agama.

Menanamkan nilai agama pada generasi muda atau anak-anak kita pada zaman sekarang ini, kita ra­sakan laksana memegang burung merpati, bila kita kekang dengan kuat maka lama kelaman burung merpati itu akan mati, dan apapa­bila kita pengan dengan longgar maka burung marpati itu akan ter­bang lepas bebas tampa kendali.

Walaupun demikian adanya kita sebagai orang tua tetap berkewajiban dalam mengarahkan dan mendidik mereka, mau atau tidak mau, kita tetap berkeajiaban, mengarahkan mereka kepada ni­lai-nilai agama, guna menjaga mer­eka dari kemerosotan moral yang terjadi dewasa ini.

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Fokus pembentukan moral yang kedua adalah, Lingkungan pergaulan. Artinya dalam upaya menanamkan nilai-nilai moral yang baik, kita harus menciptakan lingkungan yang baik, sebab ling­kungan dengan segala warnanya memiliki pengaruh yang sangant kuat. Betapapun baiknya pendidi­kan moral baik di sekolah maupun di dalam keluarga, bila tidak dito­pang oleh kondisi lingkungan per­gaulan yang baik, tidak tertutup kemungkinan pendidikan itu akan gagal total. Untuk itu marilah kita bersama-sama mulai memperha­tikan kondisi lingkungan, dimana anak-anak kita bergaul, janagn sampai kita lalai dalam memberi­kan arahan dan pengawasan yang cukup, agar upaya dalam mem­bentuk generasi yang bermoral ti­dak menemui hambata. Rasulullah Saw bersabda :

Baca Juga :  HIKMAH TRAGEDI KANJURUHAN MALANG

Artinya : Sesungguhnya Allah SWT. Telah memilih islam sebagai agama untukmu sekalian, maka angkatlah agama itu dengan moral yang baik. (Mutafakun alaih)

Demikianlah ajaran Rasulullah Saw, maka hendaklah kita menem­patkannya sebagai fokus perhatian tertinggi, karena disitulah kunci ke­bahagian hidup diseluluh ummat.

Artinya: Sejahterakan anak-anakmu dan janagan lupa perbaiki moralnya.

Oleh karena itu betapa pent­ing nilai moral bagi anak generasi muda kita, sampai sampai rasulu­lah berpesan dalam hadisnya yang berbunyi:

Artinya: Tidak ada pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain dari pendi­dikan moral budi pekerti yang baik (Riwayat Tuemuzi)

Didalam Surat Al – Fath Ayat 29 …. Allah A’zza Wa Jalla berfirman yang artinya :

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang ber­samanya (yaitu para shahabat rasu­lullaah shallallaahu’alaihi wa salam) sangat keras terhadap orang – orang kafir dan sangat berkasih sayang ter­hadap sesama mereka (sesama musli )”( QS : Al – Fath Ayat 29 ).

Di dalam ayat di atas Allah ‘Azza Wa Jalla telah memberitahukan kepada kita sebagai kaum musli­min bahwasanya nabi muhammad shallallaahu’alaihi wa sallam itu adalah utusan Allah, dan orang – orang yang bersamanya (maksud­nya adalah para sahabat-sahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam) itu sangat keras sikapnya terhadap orang-orang di luar aga­ma Islam dan saling berkasih say­ang sesama orang Islam.

Insya allah kita semua men­getahui bahwasanya orang yang bersama nabi Muhammad Shallallaahu’Alaihi Wa sallam itu adalah orang-orang yang se­tia, orang-orang yang tidak pan­tang menyerah, orang-orang yang rela berkorban harta, jiwa, dan raga untuk membela Mu­hammad Shallallaahu’alaihi Wa sallam untuk menegakkan kali­matullaah (menegakkan tauhid di bumi Allah) atau menegakkan agama Islam atau syari’at Islam dan menebarkan agama Islam di bumi Allah ‘azza wa jalla. Dan orang-orang yang bersama nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi Wa sallam itu dikenal juga dengan istilah para sahabat Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam atau hawariyyiin (pembela rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam ) dan di kenal juga dengan sebu­tan salafusshaleh generasi awwal atau generasi pertama dari kalan­gan para shahabat rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam. hal inilah yang di sabdakan rasu­lullaah shallallaahu’alaihi wa sal­lam yang artinya:

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku (para shahabat radial­lahu ‘anhum ), kemudian generasi setelahnya (tabiin), kemudian gen­erasi setelahnya (tabiut tabiin ). (H.R. Bukhari & Muslim).

Di dalam surat Al-Fath ayat 29 tersebut insya allah kita bisa mengambil faedah diantaranya:

  1. yang pertama nabi Muhammad Shallallaahu’Alaihi wa Sallam itu adalah utusan Allah ‘azza wa jalla.
  2. dan yang kedua orang yang bersama nabi Muhammad Shallallaahu’Alaihi wa Sallam yaitu para shahabat nabi mu­hammad shallallaahu’alaihi wa sallam itu sangat keras terhadap orang-orang kafir.
  3. dan yang ketiga adalah seba­liknya orang yang bersama nabi Muhammad Shallallaahu’Alaihi wa Sallam yaitu para sahabat itu saling berkasih sayang terhadap sesama mereka atau sesama orang-orang Islam (wallaahu a’lam bis showaab).
Baca Juga :  HIKMAH TRAGEDI KANJURUHAN MALANG

Perhatikanlah, bagaimana para salaf sholeh kita itu sangat bersi­kap keras terhadap orang – orang kafir dan saling berkasih sayang terhadap sesama mereka (sesama orang-orang Islam). Mengapa para sahabat Rasulullah sangat keras terhadap orang-orang kafir di zamannya dan sangat berkasih sayang terhadap sesama mereka (sesama orang muslim ), menga­pa para shahabat Rasulullah atau salaf generasi awwal tersebut san­gat keras perrmusuhannya teer­hadap orang kafir dan sangat kasih sayang terhadap orang muslim?

Karena Allah ‘azza wa jalla, tu­han kita semua yaitu tuhan alam semesta ini sangat membenci ke­pada apa yang dinamakan dengan kekufuran atau kesyirikan dan konsekwensi para shahabat Ra­sulullaah setelah mengucapkan dua kalimat syahadat atau setelah mereka masuk Islam salah satu­nya adalah membenci apa yang al­lah ‘azza wa jalla benci dan wajib berlepas diri dari kekafiran dan ke­musyrikan serta berlepas diri dari orang-orang yang mengerjakan perbuatan kufur atau musyrik dan harus membenci perbuatan terse­but dan bersikap keras terhadap pelaku kekufuran dan kemusyri­kan (walaupun tetap di perboleh­kan umat Islam untuk berbuat ke­baikan kepada orang kafir selama orang kafir itu tidak mengganggu orang muslim).

Apabila mengganggu maka ti­dak ada salah apabila umat Islam membela diri karena Islam sejatin­ya itu tidak pernah memulai akan tetapi Islam itu selalu dimulai, maksudnya adalah agama Islam ti­dak pernah mencari permasalahan dengan orang lain akan tetapi jika orang lain mencari permasalahan dengan Islam, maka Allah ‘azza wa jalla berfirman yang artinya :

“Telah di izinkan (berjihad oleh Allah ‘azza wa jalla) bagi orang-orang (muslim) yang diperangi (orang kafir) disebabkan mereka (orang muslim itu) dizholimi. (QS:Al – Hajj:39)

  1. dan yang kedua mengapa para sahabt saling menyayangi dian­tara mereka (sesama muslim), salah satunya insya Allah adalah dikare­nakan syarat- syarat dari mengu­cap syahadat salah satunya adalah mahabbah (kecintaan) maksudnya adalah mencintai kalimat syaha­dat dan isinya dan juga mencintai orang-orang (muslim) yang menga­malkan konsekuensinya.

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Apabila kita ingin mengi­kuti jejak pendahulu kita yang sholeh atau salafussholeh khu­susnya para shahabat Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam, maka cukup kiranya surat Al- Fath ayat 39 menjadi salah satu hujjah yang sangat menghujam bagi setiap saudara-saudara kita yang muslim, yang mempunyai loyalitas kepada orang-orang kafir dengan mening­galkan orang orang muslim. Semo­ga Allah ‘azza wa jalla menunjuk­kan kita semua kepada jalan yang lurus yaitu jalanya para nabi, para shiddiqiin dan para syuhada dan orang orang sholeh. Semoga kita diberikan keistiqomahan oleh Al­lah ‘azza wa jalla sampai kita ber­temu dengan nya di surga nanti. Amiin yaa samii’a ddhu’aaa.

KUTBAH KEDUA

Sidang jum’at Rahimakumullah,

Demikianlah khutbah kita kali ini, semoga ada mamfaatnya bagi kita semua dalam membian anak-anak kita generasi muda kita, un­tuk menjunjung tinggi nilai agama dan menjunjung tinggi nilai moral akhlak yang mulia ditengah ke­moderenan zaman yang penuh dengan tantangan dan godaan. Mudah-mudahan kita semua di­berikan anak-anak dan generasi yang mempuyai moral yang baik. yang nantinya akan membawa kita pada kebahagianaan hidup didu­nia dan kebahagiaan hidup diakhi­rat. samin yarobbal alamin. (*)