BQe02BcCcAA2mqkAyam Bakar Betawi asal Depok menawarkan kemitraan usaha. Paket investasinya sebesar Rp 295 juta. Mitra akan mendapat perlengkapan usaha, bahan baku awal, sepeda motor. Pusat menawarkan sistem bagi hasil 70:30. Target balik modal sekitar dua setengah tahun.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Tawaran usaha makanan olahan ayam terus berdat angan. Pangsa pasarnya yang lu as membuat usaha ini banyak dilirik para pen­gusaha pemula. Salah satu t awaran olahan ayam ini datang dari Muammar Khadafi yang mengusung nama usaha Ayam Bakar Betawi (Ayam Babe).

Usaha ini sudah dirintis sejak Mei 2011 dengan konsep awal gerobakan. Kemudian sejak 2013 mulai mengem­bangkan usaha dengan konsep outlet mandiri. Saat ini Ayam Babe sudah memiliki dua outlet pribadi yang be­rada di Pondok Duta Cimanggis dan Kelapa Dua, Depok.

Khadafi menjelaskan, tawaran usaha yang ditawarkan saat ini adalah kemitraan dengan sistem bagi hasil. Mana­jemen bisnis masih dikelola oleh pusat. Lewat kerjasama selama lima tahun, investor akan mendapatkan 70% dari laba bersih dan sisanya 30% untuk pusat. Setelah balik modal, sistem bagi hasil akan menjadi 50:50.

Paket investasi senilai Rp 295 juta. Mitra akan mendapatkan fasilitas berupa konter, kitchen set, furni­ture, sofa, signage, sepeda motor beserta box deliver y, persediaan bahan baku awal, paket promosi awal, dan rekrutmen dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM). Manajemen pusat akan memunggut biaya royalti sebesar 5% dari omzet setiap bulan.

Ayam Bakar Betawi menyediakan menu ayam bakar, iga bakar, lele bakar, tempe bakar, ayam goreng kelapa, ayam bakar madu hingga aneka camilan bakar mulai dari sate tempe bakar, sate terong bakar, sate ceker ba­kar, sate sosis bakar dan lain-lain. Harga jual dibanderol mulai Rp 3.000 hingga Rp 30.000 per porsi.

Tiga sumber pemasukan

Khadafi menargetkan bisa mencet ak penjualan seban­yak 500 porsi dalam sehari dengan t arget omzet menca­pai Rp 3,5 juta per hari. Jika dihitung per bulan, estimasi omzet yang dicapai sekitar Rp 100 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya bahan baku, sewa tempat, gaji pe gawai dan biaya operasional lainnya, mitra usaha ma­sih bisa meraup laba bersih sekitar 20%. Dari situ mitra bisa balik modal sekitar 2,5 tahun.

Luas ruangan yang dibutuhkan minimal 100 meter (m) atau ruko seluas 5 m x 12 m dengan jumlah karyawan sebanyak tujuh orang. Dia bilang, bahan baku wajib di­pasok dari pusat seperti bumbu ungkep, aneka sambal, bumbu bakar, dan perlengkapan promosi.

Dia menjelaskan, keunggulan usaha ini adalah men­goptimalkan tiga jalur pemasukan, yakni omzet dari kon­sumen yang makan di outlet, penjualan paket nasi kotak, dan penjualan makanan olahan beku Ayam BaB e Frozen yang dia produksi.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin menilai, kalau dilihat dari segi ker jasama yang ditawarkan cukup adil. Hanya saja mitra harus menget ahui secara mendet ail terkait laporan keuangan pusat untuk mengetahui sejauh mana kesuksesan bi snis mereka selama ini. Selain itu, promosi merek usaha juga harus gencar agar makin dikenal konsumen. (KONTAN)