Untitled-13Bayang-bayang perlambatan pertumbuhan ekonomi masih belum hilang, padahal sudah menginjak Semester kedua. Meski demikian, PT Astra International Tbk menyatakan masih tetap berekspansi. Astra optimistis, perlambatan ekonomi hanya sementara dan akan pulih cepat atau lambat. Terbaru, Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan logistik menuntaskan akuisisi 25 persen saham PT Trans Marga Jateng (TMJ) dengan nilai Rp900 miliar.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Head of Public Re­lations Division PT Astra Interna­tional Tbk, Yulian Warman, mengungkapkan bahwa dalam rencana jangka menengah dan panjang perse­roan masih optimistis mengha­dapi kondisi penurunan yang dialami hampir seluruh sektor.

“Bagi kami, baik jangka menengah dan panjang tetap optimistis. Perlambatan ini kami istilahkan riak-riak yang harus dihadapi. Kami dari swasta selalu mencari so­lusi untuk bisa keluar kondisi turbulensi ini,” ungkap Yulian kepada BOGOR TODAY di sela reuni Himpunan Alumni Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang (HA-IPMM) di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, akhir pe­kan kemarin.

Ia menambahkan, dalam menghadapi kondisi seperti itu, Astra telah melakukan ber­bagai efisiensi. Namun, untuk ekspansi dan CSR Astra tidak begitu saja menghentikannya lantaran sudah menjadi agenda rutin tahunan.

“Efisiensi dari berbagai sisi kami lakukan. Kami juga per­hatikan betul survey pasar. Ka­lau untuk ekspansi masih tetap berjalan karena pada prinsipn­ya kalau ada peluang ya kami akan ambil,” jelasnya.

Terbaru, Astra melalui PT Astratel Nusantara, anak pe­rusahaan yang bergerak di bi­dang infrastruktur dan logistik menuntaskan akuisisi saham PT Trans Marga Jateng (TMJ) dengan nilai Rp900 miliar. PT Trans Marga Jateng (TMJ) sendiri merupakan operator yang memiliki dan mengelola ruas jalan tol Semarang – Solo sepanjang 72,64 kilometer (km).

“Nah, seperti tol ini. Kami melihat peluangnya ada. Akhir Juli kemarin kami akuisisi sa­hamnya sebesar 25 persen. Akuisisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan bisnis Astra di sektor jalan tol,” im­buhnya.

Dengan tuntasnya akuisisi saham tersebut, Astratel memi­liki empat ruas jalan tol melalui kepemilikan saham di empat perusahaan, yaitu PT Marga Mandalasakti (MMS) dengan kepemilikan 79,31 persen sa­ham yang memiliki ruas tol Tangerang – Merak sepanjang 72,45 km. Ruas tol tersebut tel­ah beroperasi 100 persen.

Kedua PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), dengan kepemilikan 95 persen yang mengelola ruas tol Jombang – Mojokerto sepanjang 40,5 km. Seksi satu telah beroperasi dan seksi dua sampai empat sedang dalam proses pembebasan la­han, pararel dengan penger­jaan konstruksi pada seksi dua dan tiga.

Ketiga, PT Marga Trans Nu­santara (MTN) dengan kepe­milikan 40 persen sebagai penggarap ruas tol Serpong – Kunciran sepanjang 11,25 km. Ruas ini sedang dalam proses pembebasan lahan. Keempat melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ), dengan kepemilikan 25 persen yang seperti dibahas di atas memiliki ruas tol Sema­rang – Solo sepanjang 72,64 km.

Sebelumnya, pada kuartal pertama 2015, penjualan Astra turun sekitar 16 persen. Ini dis­ebabkan oleh jatuhnya penjua­lan sektor otomotif, pertam­bangan, dan agribisnis . Harga batubara dan CPO belum juga mengalami kenaikan.

Namun, Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto, menya­takan tetap yakin akan masa depan Indonesia. Penduduk yang besar dan jumlah kelas menengah yang terus bertam­bah merupakan modal yang sangat besar bagi Indonesia un­tuk bertumbuh di masa depan.

Selain tetap ekspansi, Astra tetap melakukan kegiatan tahu­nan, antara lain, awards (peng­hargaan) kepada anak-anak muda dengan tema “Satu Indo­nesia”.

(Apriyadi Hidayat)