BTM-(4)BOGOR TODAY – Bobroknya In­stalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) milik Bogor Trade Mal (BTM) membuat Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor, Lilis Sukar­tini dipanggil oleh DPRD Kota Bogor, kemarin.

“Kami sudah panggil BPLH,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, kemarin.

Disinggung soal apa saja yang dibahas dengan BPLH, Yus menuturkan hasil lab yang di­tunggu terkait bobroknya IPAL milik BTM baru keluar awal pe­kan depan. “Untuk hasil labnya laporan dari BPLH satu minggu lagi baru keluar,” bebernya.

Politikus Golkar itu membe­berkan, ada empat poin yang harus dilaksanakan oleh mana­jemen BTM sambil menunggu hasil lab keluar. “Untuk me­misahkan sampah organik dan anorganik, menutup tempat pembuangan sampah, membuat bak kontrol untuk pembuangan air licit kemudian disedot dan dipindahkan ke stp IPAL. Tidak dibuang langsung ke pembuan­gan saluran air,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Otsuka Blue Planet Edukasi Masyarakat Tanggulangi Sampah

Dia menambahkan pihak manajemen BTM harus melaku­kan empat poin diatas sambil menunggu hasil Lab. “Pihak manajemen harus melakukan ke empat poin tersebut untuk ke­baikan bersama,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD, Ujang Sugandi, memer­intahkan BTM untuk mem­bereskan sampah yang menjadi sumber perkara dan sumber penyakit itu. “Manajemen BTM seharusnya lebih aktif dalam menanggapi keluhan masyara­kat karena itu mengganggu ma­syarakat terutama dilihat dari segi kesehatan,” ujarnya.

Ujang juga menambahkan sebaiknya pihak manajemen mengkordinasikan masalah ini dengan pihak kebersihan dan pertamanan untuk pengang­kutan sampah yang menjadi sumber persoalan. “Coba ka­lau memang sampah yang jadi perkaranya kordinasikan den­gan pihak dinas yang terkait,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Targetkan Raperda Pertanian Organik Rampung Tahun Ini

Pihaknya juga masih menunggu hasil lab untuk kelan­jutan sikap apa yang akan dilaku­kan oleh Komisi D terkait hal ini. “Kita juga tunggu laporan dari BPLH dan akan kami sidak jika tidak ada perubahan,” kata dia.

Soal perkara IPAL ini, Man­ager Marketing dan Komunikasi Mal BTM, Sharon Vebrilla, men­gaku, pihaknya sudah mem­perbaiki saluran Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “Kalau soal kerusakan dan perbaikan sudah selesai tapi kemarin Dinas Ling­kungan Hidup meminta penam­bahan yang harus dilakukan ses­uai saran BLH sebelumnya,” kata dia.

(Guntur Eko Wicaksono)