Untitled-16BOGOR TODAY – Aksi Anark­is yang dilakukan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan Dewi Sartika Kota Bogor. Mereka merusak pos kea­manan yang tiap hari dipakai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk berjaga. Aksi ini dipicu keke­cewaan PKL lantaran tidak dapat menemui Wakil Wa­likota, Usmar Hariman.

Kepala Satpol PP Kota Bo­gor, Eko Prabowo, mengata­kan, sangat disayangkan aksi anarkis yang dilakukan para PKL, seharusnya para PKL bisa lebih dewasa dalam me­nyikapi tuntutannya. “Saya sangat kecewa dan sangat dis­ayangkan, itu kan aset negara harusnya dijaga bukan diru­sak. Para PKL harusnya lebih dewasa dalam menyikapi per­masalahannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Dirut Perumda Tirta Pakuan Ajak Warga Kota Bogor Naik Trans Pakuan

Menindak lanjuti aksi anarkis PKL, menurut Eko, pihaknya akan melihat bukti-buktinya terlebih dahulu, se­berapa parah kerusakannya. Ia juga menjelaskan, tenda yang dirusak itu milik Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (dinsosnaker­trans) Kota Bogor. “Sore ini kami akan memasang tenda kembali milik Satpol PP Kota Bogor,” ujarnya.

Eko juga mengatakan, pihaknya mengintruksikan kepada anggotanya untuk tetap semangat dan tidak pa­tah arang. Pihaknya juga men­unggu keputusan dari Waliko­ta Bogor, Bima Arya, apakah akan melaporkan para PKL karena sudah merusak aset milik negara dan melakukan tindak pidana. “Kita sudah punya bukti-bukti berupa foto dilokasi, saat aksi pengeru­sakan tersebut berlangsung. Untuk tindak lanjuti masalah ini, saya akan tunggu perintah atasan,” kata dia.

Baca Juga :  Diduga Mabuk, Remaja Asal Bekasi Ditemukan Terkapar di Bogor

Ia juga meminta agar PD PPJ (PD Pasar Pakuan Jaya) untuk terus mensosialisasi­kan tempat-tempat untuk PKL yang akan direlokasi­kan kemana. “PD PPJ selaku pengelola pasar, seharusnya bisa menangani keluhan dari para PKL,” tuntasnya.

(Rizky Dewantara)